Alasan PPIH Berikan Jamaah Haji Sarapan Roti, Bukan Nasi

Selasa, 01 Agustus 2017 - 18:04 WIB
Alasan PPIH Berikan...
Alasan PPIH Berikan Jamaah Haji Sarapan Roti, Bukan Nasi
A A A
JAKARTA - Jamaah haji Indonesia mendapatkan jatah makan selama di Madinah dan Arab Saudi sebanyak tiga kali. Namun untuk makan pagi atau sarapan hanya disediakan roti.

Ada jamaah yang tidak terbiasa dengan pola sarapan pagi tersebut. Mereka terbiasa sarapan pagi dengan nasi.

Kabid Katering Daker Madinah, Ahmad Abdullah menjelaskan, sampai sekarang tidak memungkinkan bagi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk melayani jamaah sebanyak tiga kali makan nasi. Alasannya, aspek kesiapan dari perusahaan itu sendiri.

Baik waktu produksi maupun distribusi yang sangat sulit. Apalagi, kata dia lokasi dapur cukup jauh dari jamaah.

Dia menuturkan, alasan lainnya karena pengawasan petugas sangat terbatas. Pemberian roti, kata dia sebagai sarapan pagi dinilai sebagai solusi alternatif saat ini, harapannya, jamaah tetap mendapat makanan di pagi hari.

Dia menambahkan, jamaah juga mendapatkan pengembalian living cost yang diharapkan bisa jadi bekal selama di Madinah dan Makkah. (Baca: Kesasar, Kakek Nasrih Tak Mau Pulang ke Pondokan Haji)

Menurutnya, kemungkinan untuk menyediakan makan pagi terus dikaji oleh PPIH. Dia mengungkapkan, salah satu skema yang didiskusikan misalnya, mengontrak perusahaan yang khusus untuk menyediakan sarapan pagi saja, namun masih ditimbang kemungkinan implementasinya pada musim haji mendatang.

"Jadi akurasi data kami sudah cukup berlapis," ujar Abdullah, Madinah, Selasa (1/8/2017).

Mengenai mekanisme kontrol dalam distribusi katering guna memastikan semua jemaah mendapatkan jatah makannya, kata dia selain menyerap informasi dari siskohat, petugas yanpul, dan dari manifest, tim katering juga melakukan pengecekan data selama 24 jam melalui saluran komunikasi bravo. Selain itu, tim pengawas juga terus menjalin komunikasi dengan petugas katering di tiap-tiap sektor.

Dia menjelaskan, jika ada kasus jamaah yang merasa belum mendapat katering, mereka diminta segera melapor ke ketua rombongan. Laporan itu selanjutnya bisa dilaporkan ke petugas katering di pemondokan agar bisa segera ditindaklanjuti.

"Bila terjadi kekurangan distribusi katering, kami sudah meminta pada pihak perusahaan menyiapkan cadangan sesuai kontrak," paparnya.
(kur)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Berita Terkini
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Gelar OTT, KPK Tangkap...
Gelar OTT, KPK Tangkap 5 ASN BPK
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Infografis
3 Alasan Jepang Bukan...
3 Alasan Jepang Bukan Lagi Negara yang Cinta Damai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved