Demi Jamaah Haji, Temus Hanya Tidur Tiga Jam
Senin, 31 Juli 2017 - 16:41 WIB
Demi Jamaah Haji, Temus Hanya Tidur Tiga Jam
A
A
A
MADINAH - Bangga melayani jamaah haji Indonesia. Itulah yang dirasakan Abdul Munjid, mahasiswa Islamic University of Madinah setelah terpilih melalui seleksi ketat menjadi tenaga musim (temus) haji 2017.
Keberadaan Temus menjadi bagian sangat penting bagi Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPHI). Mereka adalah jembatan komunikasi bagi petugas haji dengan masyarakat Arab Saudi, baik petugas keamanan, umal (pekerja), manajemen hotel, dan lainnya.
"Saya bangga menjadi temus. Ini membuktikan, kami di sini tidak hanya belajar, tapi juga melayani jamaah haji Indonesia," kata mahasiswa asal Makassar, Sulawesi Selatan ini, Senin (31/7/2017).
Kebanggaan itu diwujudkan dengan cara siap memberikan seluruh tenaga melayani keperluan jamaah. Bahkan dengan kondisi ngantuk sekalipun.
"Saya bangga melayani jamaah Indonesia. Demi jamaah, sekarang ini saya tidur hanya tiga jam. Karena kami memang ditugaskan mengawal mereka," ucap mahasiswa S-2 ini.
Dia mengatakan, menjadi Temus tidak mempunyai jam kerja teratur. Selama jamaah berdatangan le hotel, Temus harus siap memberikan pelayanan.
"Seperti tadi malam, ada jamaah yang datang dini hari. Kami harus layani keperluan mereka. Salah satunya adalah koper tertukar akibat satu kloter dipecah menjadi dua hotel," ujarnya.
Dia pun berkoordinasi dengan sopir untuk mengangkut koper-koper jamaah agar sampai ke tangan pemiliknya. "Alhamdullah semua beres. Saya sampaikan kondisi sebenarnya dan si sopir mau," katanya.
Abdul Munjid merupakan salah dari 20 temus pada Sektor 4 Daker Madinah yang direkrut pemerintah di Tanah Suci. Ayah dua anak ini juga membawa serta keluarganya selama menuntut ilmu di Madinah.
Keberadaan Temus menjadi bagian sangat penting bagi Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPHI). Mereka adalah jembatan komunikasi bagi petugas haji dengan masyarakat Arab Saudi, baik petugas keamanan, umal (pekerja), manajemen hotel, dan lainnya.
"Saya bangga menjadi temus. Ini membuktikan, kami di sini tidak hanya belajar, tapi juga melayani jamaah haji Indonesia," kata mahasiswa asal Makassar, Sulawesi Selatan ini, Senin (31/7/2017).
Kebanggaan itu diwujudkan dengan cara siap memberikan seluruh tenaga melayani keperluan jamaah. Bahkan dengan kondisi ngantuk sekalipun.
"Saya bangga melayani jamaah Indonesia. Demi jamaah, sekarang ini saya tidur hanya tiga jam. Karena kami memang ditugaskan mengawal mereka," ucap mahasiswa S-2 ini.
Dia mengatakan, menjadi Temus tidak mempunyai jam kerja teratur. Selama jamaah berdatangan le hotel, Temus harus siap memberikan pelayanan.
"Seperti tadi malam, ada jamaah yang datang dini hari. Kami harus layani keperluan mereka. Salah satunya adalah koper tertukar akibat satu kloter dipecah menjadi dua hotel," ujarnya.
Dia pun berkoordinasi dengan sopir untuk mengangkut koper-koper jamaah agar sampai ke tangan pemiliknya. "Alhamdullah semua beres. Saya sampaikan kondisi sebenarnya dan si sopir mau," katanya.
Abdul Munjid merupakan salah dari 20 temus pada Sektor 4 Daker Madinah yang direkrut pemerintah di Tanah Suci. Ayah dua anak ini juga membawa serta keluarganya selama menuntut ilmu di Madinah.
(dam)