Ketua MUI: NU dan Muhammadiyah Punya Komitmen Kebangsaan

Kamis, 27 Juli 2017 - 15:45 WIB
Ketua MUI: NU dan Muhammadiyah...
Ketua MUI: NU dan Muhammadiyah Punya Komitmen Kebangsaan
A A A
JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengaku ‎dirinya baru saja diundang Kantor Staf Kepresidenan (KSP) untuk menjadi pembicara bersama tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Ma'ruf menilai, masih ada kelompok-kelompok yang belum memiliki komitmen kebangsaan dan kenegaraan. Hal ini berbeda dengan sikap MUI, NU dan Muhammadiyah.

‎"Nah kita semuakan sudah punya komitmen kebangsaan. Bahwasannya masalah kebangsaan ini sudah final," tutur Ma'ruf di Kantor KSP, Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Menurut Rais Aam PBNU ini, bagi Islam di Indonesia, negara ini sudah final menetapkan Pancasila sebagai ideologi negara. Selain itu, NKRI juga merupakan harga yang final.

"Karena menurut perspektif Islam, negara kita ini adalah negara kesepakatan, Darul Ahdi. Karena memang dalam Islam tidak ada sistem kenegaraan yang baku, tidak ada," ucapnya.

Maka itu, dalam negara bisa dicapai sebuah kesepakatan atau perjanjian apakah menganut sistem kerajaan atau republik. Menurutnya, penerapan Pancasila sebagai ideologi bernegara di Indonesia sudah sesuai dengan konsesus para founding fathers, termasuk dari kalangan tokoh Islam saat itu.

Persoalannya, kata Ma'ruf, belakangan muncul kelompok-kelompok yang dianggap radikal dan intoleran. Kelompok ini memandang jika kelompok lain tak sejalan dengan pemahamannya, maka dianggap kafir dan menyimpang.

‎"Ini kelompok berbahaya sekali. Jangankan pada nonmuslim, pada sesama Islam saja sudah tidak memberikan hak. Sudah dianggap menyimpang semua. Dan oleh karena itu kelompok intoleran ini juga bagian persoalan‎," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
MUI dan Muhammadyah...
MUI dan Muhammadyah Beda Waktu Subuh, Jangan Dipermasalahkan
MUI, PBNU hingga Muhammadiyah...
MUI, PBNU hingga Muhammadiyah Apresiasi Pilkada Aman dan Lancar
Kemesraan Muhammadiyah-Nahdlatul...
Kemesraan Muhammadiyah-Nahdlatul Ulama, Bagaimana Memahaminya?
PBNU: Pengunduran Diri...
PBNU: Pengunduran Diri KH Miftachul Bukan Representasi Nahdlatul Ulama
NU Isi Ceramah Masjid...
NU Isi Ceramah Masjid BUMN, Mahfud MD: Muhammadiyah-MUI Juga Dilibatkan
Survei Denny JA: Pendukung...
Survei Denny JA: Pendukung Nahdlatul Ulama Naik Drastis
Berita Terkini
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved