Cara Menristek Dikti Terkait Dosen HTI Dinilai Bentuk Bullying

Minggu, 23 Juli 2017 - 17:21 WIB
Cara Menristek Dikti...
Cara Menristek Dikti Terkait Dosen HTI Dinilai Bentuk Bullying
A A A
JAKARTA - Dua pilihan yang diberikan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir kepada dosen dan pegawai perguruan tinggi negeri (PTN) yang menjadi anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dinilai bentuk bullying atau perundungan.

Maka itu, HTI memprotes dua pilihan yang diberikan Menristek Dikti M Nasir kepada anggotanya yang menjadi dosen dan PTN itu. Dua pilihan itu yakni, pertama pegawai dan dosen yang menjadi anggota HTI harus menyatakan diri keluar dari organisasi tersebut.

Kedua, pegawai dan dosen harus mengundurkan diri dari pekerjaannya jika tak mau keluar dari HTI. Juru bicara HTI Ismail Yusanto menilai tindakan Menristek Dikti M Nasir itu berlebihan.

Dirinya pun mempertanyakan tindakan Menristek Dikti M Nasir yang menyasar kepada dosen dan pegawai PTN yang menjadi anggota HTI. "Saya kira ini sudah terlalu jauh beliau melangkah," ujar Ismail di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/7/2017).

(Baca juga: Dibubarkan Pemerintah, HTI Disarankan Ajukan Gugatan ke PTUN)

Dia mengatakan, dosen dan pegawai PTN yang menjadi anggota HTI adalah profesional. Bahkan lanjut dia, sebagian dari dosen dan pegawai PTN yang menjadi anggota HTI itu adalah akademisi unggul yang sangat diandalkan oleh perguruan tingginya.

"Saya kira apa yang disampaikan pak menterinya ini harus dicegah. Ini semacam perundungan gitu terhadap anak-anak bangsa yang dia sesungguhnya memberikan kontribusi pada pendidikan di Indonesia," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Mendagri Tito Buka Peluang...
Mendagri Tito Buka Peluang Revisi UU Ormas, Evaluasi Transparansi Keuangan
Mendagri Tito Buka Peluang...
Mendagri Tito Buka Peluang Revisi UU Ormas, DPR Terbuka: Kalau Urgen
Antisipasi Bentrokan,...
Antisipasi Bentrokan, Pos Ormas di Tangerang Dibongkar Paksa
Tampang Empat Anggota...
Tampang Empat Anggota GRIB Jaya Pelaku Perusakan Aset PT KAI di Semarang
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Aparat Penegakan Hukum Berantas Premanisme Berkedok Ormas
Dodi Reza Alex Noerdin...
Dodi Reza Alex Noerdin Hadiri Silaturahmi dengan Ketum Ormas MKGR
Berita Terkini
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved