KPK Terus Kumpulkan Bukti-bukti Terkait Korupsi Tambang Sultra

Minggu, 09 Juli 2017 - 21:54 WIB
KPK Terus Kumpulkan...
KPK Terus Kumpulkan Bukti-bukti Terkait Korupsi Tambang Sultra
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengumpulkan bukti-bukti dugaan adanya penerima uang hasil dugaan korupsi pertambangan tersangka Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam.

Nur Alam merupakan tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan penerbitan Surat Keputusan (SK) Nomor 828 tentang Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan seluas 3.024 hektare (ha).

SK Nomor 815 tentang Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi seluas 3.084 ha, dan SK Nomor 435 tentang Persetujuan Peningkatan IUP Eksplorasi Menjadi IUP Operasi Produksi kepada PT Anugrah Harisma Barakah (AHB) seluas 3.084 ha di Kabupaten Buton dan Bombana 2008-2014.

Izin PT AHB diduga diakuisisi PT Billy Indonesia. Dari temuan KPK, negara mengalami kerugian negara sekitar Rp3,1 triliun dari korupsi tersebut.‎

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, ‎selepas penahanan Nur Alam pada Rabu 5 Juli 2017 lalu, KPK tidak akan berhenti mengusut dugaan korupsi dugaan korupsi izin pertambangan di Sultra.

Dia menjelaskan, segala data-data, informasi-informasi, dan keterangan-keterangan yang diperoleh sebelumnya pasti akan ditindaklanjuti.

"Proses pencarian bukti-bukti tentu akan kita lakukan sesuai hukum acara yang berlaku. Kalau ada info tentang aliran dana tentu kita akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan, sepanjang sesuai dengan KUHAP dan kita menemukan fakta-fakta atau informasi yang benar," kata Febri di Jakarta, Minggu (9/7/2017).

Dari informasi yang berhasil diperoleh Koran SINDO, aliran uang dari Nur Alam tidak hanya untuk keluarganya. "Aliran uang NA itu memang ada ke beberapa orang," ujar seorang sumber.

(Baca juga: KPK Tahan Gubernur Sultra)


Febri tidak menampik saat disinggung aliran uang hasil dugaan korupsi Nur Alam ke sejumlah pihak termasuk artis dan pengurus DPP PAN saat itu. Pasalnya, secara rinci tentu KPK tidak bisa menyampaikan bagaimana, apa saja, dan ke mana saja aliran dana tersebut.

Namun sekali lagi, KPK memastikan bahwa dalam proses penyidikan kasus Nur Alam maka KPK akan menguatkan dan terus mengumpulkan bukti sebanyak mungkin untuk menguatkan penuntutan nantinya.

"Kasus ini masih dalam proses penyidikan, apakah ada aliran dana ke pihak lain tentu menjadi salah satu perhatian penyidik," ucapnya.
(maf)
Berita Terkait
2.078 Izin Usaha Pertambangan...
2.078 Izin Usaha Pertambangan Dicabut, Pemerintah Tak Pandang Bulu Siapa Pemiliknya
Muhammadiyah Terima...
Muhammadiyah Terima Jatah Tambang, Janji Kembalikan IUP Jika...
Daftar Nama Tim yang...
Daftar Nama Tim yang Akan Mengelola Tambang Muhammadiyah
Izin Tambang Emas Martabe...
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut Prabowo, Bahlil Malah Bakal Kaji Ulang
Penertiban Aktivitas...
Penertiban Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin Harus Tuntas
Polisi Gerebek Tambang...
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Merangin, Pekerja Kabur, 1 Tertangkap
Berita Terkini
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved