KPK Diminta Tuntaskan Korupsi di Sejumlah Perguruan Tinggi

Selasa, 04 Juli 2017 - 20:50 WIB
KPK Diminta Tuntaskan...
KPK Diminta Tuntaskan Korupsi di Sejumlah Perguruan Tinggi
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera menyelesaikan proses hukum tindak pidana korupsi yang terjadi di sejumlah perguruan tinggi negeri di Indonesia. Hal ini disampaikan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi.

Menurut Adhie, ada dua hal penting kenapa KPK harus konsentrasi membersihkan kampus dari praktik korupsi. Pertama, sebagai lembaga pendidikan tertinggi, kampus seharusnya menjadi sumber tata nilai, dan melahirkan kaum intelektual, bukan sekadar memproduksi akademisi seperti sekarang ini. Sehingga tidak banyak manfaatnya bagi bangsa dan negara.

“Jauh bedanya antara akademisi dan intelektual. Kalau akademisi hanya memahami ilmu pengetahuan dari sisi keilmuan (rasio) semata. Tapi intelektual memahami ilmu pengetahuan dengan dilandasi moral (intelektual) sehingga melihat segala sesuatu dengan rasa dan persepsi yang luas,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/7/2017).

Faktor kedua, penuntasan korupsi di sejumlah PT penting untuk membebaskan sivitas akademika dari beban moral almamaternya yang tersandera oleh skandal korupsi yang proses hukumnya digantung KPK.

“Jangan sampai di masyarakat kian berkembang isu ada mobilisasi para akademisi (profesor) dari sejumlah PT karena mereka tersandera atau disandera skandal korupsi di kampus masing-masing, sehingga tidak ada jalan lain kecuali mendukung KPK melawan pansus hak angket yang dirancang DPR untuk mengembalikan fokus KPK ke jalan pemberantasan korupsi yang terstruktur dan terukur,” ujar jubir kepresidenan era Gus Dur ini.

Sebagaimana banyak diberitakan, tahun lalu Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan, hampir setiap perguruan tinggi negeri di Indonesia punya bangunan mangkrak, yang kalau dijumlahkan, nilai kerugian negara mencapai Rp9 triliun, lebih besar dari skandal Century.

Sedangkan Ketua KPK Agus Rahardjo, dalam Seminar Nasional Konsolidasi Gerakan Antikorupsi Berbasis Akademisi dan Kampus di Universitas Gadjah Mada (UGM), Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (25/10/16), selain mengaku menerima banyak kasus korupsi di sejumlah kampus, juga menemukan indikasi masalah (korupsi) terkait pemilihan rektor di sejumlah PTN.

Namun, entah kenapa semua itu tidak ditindaklanjuti oleh KPK. Apakah agar tetap dapat dukungan dari kalangan akademisi dan kampus-kampus di Indonesia? “Kalau benar itu yang terjadi, ini berbahaya bukan saja untuk sivitas akademika di negeri ini, tapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Adhie.
(kri)
Berita Terkait
PPATK Temukan Dugaan...
PPATK Temukan Dugaan Penyimpangan Aliran Dana ACT, Ini Temuannya
Mabes Polri Selidiki...
Mabes Polri Selidiki 55 Laporan Penyimpangan Dana Bansos
Kejagung Kembali Selidiki...
Kejagung Kembali Selidiki Dugaan Penyimpangan Dana BPJS Ketenagakerjaan
KPK Ingatkan Potensi...
KPK Ingatkan Potensi Penyimpangan Dana Covid dan Pilkada Bersih di Lampung
Hindari Penyimpangan...
Hindari Penyimpangan Dana COVID-19, Pemkab Bandung Barat Rangkul Kejari
Aliansi Pemuda Merah...
Aliansi Pemuda Merah Putih Papua Minta Penyimpangan Dana Otsus Diusut
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved