Mantan Ketum PB PMII: Niat HT Memberi Masukan, Malah Dikriminalisasi

Kamis, 29 Juni 2017 - 06:55 WIB
Mantan Ketum PB PMII:...
Mantan Ketum PB PMII: Niat HT Memberi Masukan, Malah Dikriminalisasi
A A A
JAKARTA - Mantan Ketua Umum PB PMII Rodli Kaelani menilai pernyataan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dalam SMS yang ditujukan kepada Jaksa Yulianto merupakan bentuk keprihatinan. Namun kemudian bergulir dan justru dikriminalisasi.

“Ini merupakan bentuk masukan dari seorang tokoh Hary Tanoe, kemudian mendapatkan feedback yang kurang elegan dan jutru dikriminalisasi,” ujar Rodli Kaelani saat dihubungi via telepon, Rabu 28 Juni 2017.

Menurutnya, Jaksa Yulianto terlalu berlebihan dalam menanggapi perkara SMS tersebut. Aparat khususnya jaksa agung seperti memposisi standar ganda terhadap posisi hukum seseorang.

“Bukan semata-mata abuse of power, tetapi lebih mencerminkan wujud dari standar ganda,” katanya.

Rodli juga mengatakan bahwa SMS yang disampaikan Hary Tanoe merupakan bentuk kritik dan masukan bagi semua kalangan, terutama pihak-pihak yang menjadi struktural bangsa ini. Khususnya terhadap pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan terhadap kehidupan berbagsa dan bernegara.

“Terima pesan itu dengan besar hati, tidak kemudian menjadi berlebihan, justru malah menjadi pertanyaan, kok menanggapinya secara berlebihan begitu?” ucapnya.

Sikap jaksa agung yang dinilai tidak profesional terlihat jelas saat menangani perkara pesan singkat tersebut. Rodli menilai dalam sejumlah kasus pihak kejaksaan tak pernah bersuara hingga pasang badan dalam menangani sejumlah kasus.

“Jaksa agung ini bukan jaksa profesional, dia politisi yang punya background hukum yang kemudian diposisikan diberikan di badan politik jaksa agung,” kata Rodli.

“Saya belum pernah lihat jaksa agung berani bicara langsung soal kasus-kasus lain tapi seperti kasus Hary Tanoe ini dia mengedepankan, mendahului pihak kepolisian, kira-kira ada apa?” tambahnya.

Rodli menilai kejaksaan sudah seharusnya melakukan mekanisme yang prosedural. Dimana segalanya harus berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di negara ini.

“Mereka (Kejaksaan) adalah pihak yudikatif yang bekerja dengan bukti, fakta, dan mekanisme hukum, tapi justru melakukan manuver dan improvisasi yang politis, khusunya kasus Pak Hary,” ujar Rodli yang juga menjabat sebagai Komite Nasional Pandu Muda, DPP PAN.

Seperti dikatahui sebelumnya, pihak Jaksa Agung M Prasetyo telah mendahului wewenang kepolisian dengan mengatakan Hary Tanoe sebagai tersangka. Padahal saat itu Hary Tanoe berstatus sebagai saksi.

Menurutnya tak ada unsur ancaman dalam SMS yang dikirimkan Hary Tanoe kepada Jaksa Yulianto. Dia mencontohkan ketika Presiden Jokowi menyikapi fenomena PKI yang muncul di Tanah Air.

“Jokowi bilang kalau ada gebukin aja, kalau ditelisik itukan bahasa yang keras, tapi kita tahu konteksnya untuk memperingatkan. Jadi bukan ancaman, itu terlalu belebihan saja,” tuturnya.
(kri)
Berita Terkait
Polisi Lakukan Olah...
Polisi Lakukan Olah TKP Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung
Senator Dorong Kewenangan...
Senator Dorong Kewenangan Kejaksaan Diperkuat
Gedung Kejaksaan Agung...
Gedung Kejaksaan Agung Terbakar
Mengenal Perbedaan Mahkamah...
Mengenal Perbedaan Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Berjuang Hampir 12 Jam,...
Berjuang Hampir 12 Jam, Akhirnya Petugas Damkar Berhasil Taklukkan Api di Kejagung
Berita Terkini
Usai Mundur Jadi Pengacara...
Usai Mundur Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Kini Pakai Kursi Roda
Eksepsinya Dikabulkan,...
Eksepsinya Dikabulkan, Dokter Tifa Nyatakan Tetap Berjuang Bongkar Ijazah Jokowi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Infografis
Profil Gatot Nurmantyo,...
Profil Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Bursa Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved