Megawati Hadiri Haul Bung Karno ke-47

Rabu, 21 Juni 2017 - 18:32 WIB
Megawati Hadiri Haul...
Megawati Hadiri Haul Bung Karno ke-47
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menghadiri a‎cara Haul Bung Karno ke-47 di Gedung Nusantara IV MPR/DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo hadir dalam acara yang juga meluncurkan ‎buku Ketua Fraksi PDIP di MPR Ahmad Basarah berjudul 'Bung Karno, Islam dan Pancasila' itu.

Selain itu, sejumlah anggota DPR dari Fraksi PDIP juga hadir dalam acara itu. Dalam sambutannya, Ahmad Basarah mengatakan, ada tiga peristiwa penting dalam bulan Juni ini bagi Bung Karno. Pertama, hari kelahiran Bung Karno tanggal 6 Juni 1901.

Kedua, Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945 dan ketiga, pada tanggal 21 Juni 1970 Bung Karno wafat. "Oleh karena itu, dalam internal keluarga besar PDI Perjuangan, kami selalu memperingati bulan Juni ini sebagai bulan Bung Karno," ujar Basarah, Rabu (21/6/2017).

Dia menambahkan, pada hari ini 47 Tahun lalu, tepatnya 21 Juni 1970, Bung Karno telah dipanggil kembali menghadap Sang Khaliq pada usia 69 tahun. Dikatakannya, Bung Karno wafat karena penyakit yang dideritanya akibat tekanan psikis dan politik penguasa pada waktu itu.

Bung Karno kata dia, wafat dalam status sebagai tahanan politik setelah diisolasi dari dunia luar di Wisma Yaso Jakarta.

"Bung Karno pergi meninggalkan kita semua dengan membawa beban yang amat berat bagi diri dan keluarga serta pengikut-pengikutnya karena telah dituduh berkhianat kepada bangsa dan negara yang beliau dirikan sendiri bersama tokoh-tokoh pendiri bangsa lainnya," ungkapnya.

Dia menambahkan, tuduhan Bung Karno berkhianat kepada bangsa dan negaranya itu dituangkan dalam konsideran/menimbang Tap MPRS nomor XXXIII/MPRS/1967 yang menyebutkan bahwa berdasarkan laporan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan.

Presiden Soekarno dituduh terlibat memberikan kebijakan yang mendukung dan melindungi pemberontakan G-30S/PKI. Atas dasar tuduhan terlibat mendukung G-30-S/PKI itu pula, kata dia, kekuasaan Presiden Soekarno akhirnya dicabut oleh MPR RI pada tanggal 12 Maret 1967.
(maf)
Berita Terkait
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved