Pengamat Hukum: Ada Kesan Politisasi Hukum Dibalik Kasus SMS HT

Sabtu, 17 Juni 2017 - 21:25 WIB
Pengamat Hukum: Ada...
Pengamat Hukum: Ada Kesan Politisasi Hukum Dibalik Kasus SMS HT
A A A
JAKARTA - Kasus pesan singkat (SMS) Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) kepada Kepala Subdit Pidana Khusus Kejaksaan Agung Yulianto terkesan berbau politisasi hukum. Hal tersebut tak terlepas dari sepak terjang HT dalam membesarkan partainya di Tanah Air.

Hal itu juga diakui oleh pakar hukum dari Universitas Al-Azhar Indonesia Suparji Ahmad saat dihubungi melalui telepon, Jumat (16/6).Menurut Suparji, meski baru seumur jagung kinerja partai berlambang burung rajawali itu terbilang signifikan dan patut diperhitungkan.

“Karir politik Hary Tanoe cukup merepotkan bagi para kompetitor. Sehingga kemudian langkah-langkah seperti menjegal Hary Tanoe giat dilakukan oleh sejumlah pihak,” kata Suparji.

Selain terkesan politisasi hukum, dugaan balas dendam pun tak lepas dari kasus yang membelit HT. Seperti diketahui, HT Bersama Partai Perindo berhasil mengantarkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menjadi Gubermur dan Wakil Gubernur terpilih 2017.

Terlebih, Jaksa Agung Prasetyo seolah ingin mengintervensi keadaan dengan mengatakan Hary Tanoe sebagai tersangka. Dalam pesan tersebut, HT menyampaikan bahwa akan memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena dan abuse of power.

"Sebagai seorang Jaksa Agung, Prasetyo sudah seharusnya ikut andil dalam memberantas ‘abuse of power’, bukan malah merasa terancam atas SMS yang disampaikan oleh Hary Tanoe," ujar Suparji.

“Hukum harus terlepas dari politik, politik tidak boleh terintervensi oleh hukum, begitu juga sebaliknya,” tutur Suparji.
(whb)
Berita Terkait
Polisi Lakukan Olah...
Polisi Lakukan Olah TKP Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung
Senator Dorong Kewenangan...
Senator Dorong Kewenangan Kejaksaan Diperkuat
Gedung Kejaksaan Agung...
Gedung Kejaksaan Agung Terbakar
Mengenal Perbedaan Mahkamah...
Mengenal Perbedaan Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung
Kejaksaan Agung Usulkan...
Kejaksaan Agung Usulkan Tambahan Anggaran Rp15,5 triliun
Berjuang Hampir 12 Jam,...
Berjuang Hampir 12 Jam, Akhirnya Petugas Damkar Berhasil Taklukkan Api di Kejagung
Berita Terkini
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Panja RUU Polri Sepakati...
Panja RUU Polri Sepakati Usia Pensiun Polisi, Jenderal Bintang 4 Bisa 61 Tahun
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved