Sosialisasi UU Jaminan Produk Halal Dinilai Belum Maksimal

Kamis, 15 Juni 2017 - 05:49 WIB
Sosialisasi UU Jaminan...
Sosialisasi UU Jaminan Produk Halal Dinilai Belum Maksimal
A A A
JAKARTA - Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dinilai belum disosialisasikan secara maksimal. Padahal UU ini sudah berusia tiga tahun sejak diundangkan.

Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch, Ikhsan Abdullah menilai UU ini masih belum menjadi perhatian masyarakat. Padahal, jaminan produk halal penting bagi masyarakat Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar.

“UU ini masih minim direspons oleh kita. Jakarta saja baru 33 restoran yang tersertifikasi halal,” kata Ikhsan di Hotel Cikini, Jakarta, Rabu 14 Juni 2017.

Ikhsan menilai UU Jaminan Produk halal seolah-olah hanya milik kelompok agama tertentu. Padahal di era global saat ini, makanan halal menjadi gaya hidup.

“Halal ini bukan hanya monopoli Islam. Halal bukan hanya sehat tapi juga ada keberkahan. Sayang sekali jika UU ini seakan-akan menajdi isu agama tertentu,” tuturnya.

Dia berharap sosialisasi UU ini terus dilakukan secara masif. Mengingat UU ini akan secara efektif berlaku pada tahun 2019. Untuk itu, Ikhsan berharap pengusaha segera mengurus sertifikasi halal sehingga sudah siap pada tahun 2019.

“Kami terus mengadakan sosialisasi dan edukasi terkait produk halal. Semoga diikuti oleh para pengusaha. Jika tidak tahun 2019 bisa berdampak sanksi,” ungkapnya.

Head of CSR Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur, Deni Puspohadi mengaku heran jika masih ada produsen yang tidak segera melakukan sertifikasi halal.

Menurut dia, sertifikasi halal sangat penting bagi produsen makanan di Indonesia menjamin kehalalan produk. Apalagi di tengah masyarakat mayoritas beragama Islam yang mengutamakan kehalalan.

“Muslim akan nyaman jika mendapatkan produk halal melalui sertifikasi halal. Jumlah penduduk Indonesia kurang lebih 250 juta, yang 90% di antaranya muslim,” katanya.

Deni mengatakan, menyediakan produk halal sudah menjadi komitmen PT Indofood Sukses Makmur.
Dia menjelaskan, di internal perusahaannya telah membuat sistem jaminan halal sebelum dipasarkan. “Kami intensif berkonsultasi dengan LPPOM MUI. Selain itu setiap enam bulan sekali kami melakukan audit internal tentang kehalalan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, selain menjamin keamanan makanan bagi muslim, sertifikasi halal menurutnya salah satu cara memproteksi pasar lokal. Ini harus jadi concern kita semua. Kesempatan membesarkan pasar local,” ujarnya.

Hal senada iungkapkan Direktur PT Sriboga Ratu Raya Eddy Mulyadi mengatakan tanpa adanya UU tersebut secara internal PT Sriboga telah memiliki kesadaran pentingnya produk halal.

Dia mengatakan hal itu telah menjadi komitmen internal perusahaan. Selain internal, faktor eksternal juga mendorong pentingnya produk halal. Menurut dia, pasar Indonesia yang sebagian besar Islam membuat produk halal adalah keharusan.

Hal ini dikatakannya dapat menambah kepercayaan konsumen dan reputasi perusahaan. “Kesadaran konsumen semakin baik saat ini. Ditambah pemerintah dengan undang-undang. Semua faktor mendukung untuk sertifikasi,” paparnya.

Ketua Umum Halalan Toyyiban Science Center Universitas Brawijaya, Sukoso mengatakan kepastian produk halal sangat penting. Selain menjadi salah satu standar kualitas, juga menenangkan bagi kaum muslim. “Batin kita tenang jika sudah terjamin kehalalannya,” ungkapnya.
(dam)
Berita Terkait
Syarat Mendaftarkan...
Syarat Mendaftarkan Sertifikasi Halal, Lengkap dengan Biaya yang Harus Disiapkan
Kewajiban Sertifikasi,...
Kewajiban Sertifikasi, BPJPH: Harus Cantumkan Keterangan Tidak Halal
Kepala BPJPH: Produk...
Kepala BPJPH: Produk Luar Negeri Wajib Memiliki Sertifikasi Halal
Tepis Klaim Mahalnya...
Tepis Klaim Mahalnya Sertifikasi Halal, Kepala BPJPH Buka-bukaan Soal Biayanya
Dipegang Kemenag, Biaya...
Dipegang Kemenag, Biaya Sertifikasi Halal Mulai dari Rp0 hingga Rp21 Juta
Penerbitan Sertifikasi...
Penerbitan Sertifikasi Halal Ribet, Banyak UMKM Bikin Logo Sendiri
Berita Terkini
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Infografis
6 Produk Buatan China...
6 Produk Buatan China yang Digemari Konsumen Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved