DPR Minta Petugas Layani Jamaah Haji dengan Sabar
Rabu, 14 Juni 2017 - 15:57 WIB
DPR Minta Petugas Layani Jamaah Haji dengan Sabar
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mudjahid meminta petugas haji untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Karena keberadaan mereka utamanya adalah melayani tamu Allah SWT.
"Jangan pentingkan kepentingan pribadi, melayani jamaah haji adalah tugas utama. Jadikan tugas sebagai ibadah," ujar Sodik Mudjahid saat memberikan pembekalan kepada petugas haji Arab Saudi tahun 1348 H/2017 M di Jakarta, Rabu (14/6/2017).
Dia pun berpesan, agar para petugas mengedepankan keihklasan, bersabar ketika melayani jamaah. Alasannya, banyak sekali jamaah yang berasal dari daerah.
"Jangankan luar negeri, keluar desanya saja mungkin dia tidak pernah. Banyak juga yang tidak bisa bahasa Indonesia. Di sini dibutuhkan ketabahan," ucapnya.
Bagi para jamaah haji, kata dia, haji adalah peristiwa extra ordinary sehingga jangan berharap ada pelayanan senyaman saat berwisata. "Contohnya toilet yang harus antre panjang, lalu saat naik bus. Bukan bus yang nunggu kita, tapi kita yang menunggu bus. Kalau bus meninggalkan menimbulkan kemacetan luar biasa," jelasnya.
Saat di Tanah Suci, sambung Sodik, sebaiknya jamaah haji mau melakukan napak tilas sejarah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW. Ini akan menimbulkan rasa ketakwaan dan pemahaman yang lebih baik lagi dalam beribadah.
Ditanya naiknya biaya haji tahun ini senilai Rp250.000, Sodik menjawab, hal ini dikarenakan adanya 15 item peningkatan mutu layanan. Mulai dari makanan sampai transportasi.
"Jangan pentingkan kepentingan pribadi, melayani jamaah haji adalah tugas utama. Jadikan tugas sebagai ibadah," ujar Sodik Mudjahid saat memberikan pembekalan kepada petugas haji Arab Saudi tahun 1348 H/2017 M di Jakarta, Rabu (14/6/2017).
Dia pun berpesan, agar para petugas mengedepankan keihklasan, bersabar ketika melayani jamaah. Alasannya, banyak sekali jamaah yang berasal dari daerah.
"Jangankan luar negeri, keluar desanya saja mungkin dia tidak pernah. Banyak juga yang tidak bisa bahasa Indonesia. Di sini dibutuhkan ketabahan," ucapnya.
Bagi para jamaah haji, kata dia, haji adalah peristiwa extra ordinary sehingga jangan berharap ada pelayanan senyaman saat berwisata. "Contohnya toilet yang harus antre panjang, lalu saat naik bus. Bukan bus yang nunggu kita, tapi kita yang menunggu bus. Kalau bus meninggalkan menimbulkan kemacetan luar biasa," jelasnya.
Saat di Tanah Suci, sambung Sodik, sebaiknya jamaah haji mau melakukan napak tilas sejarah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW. Ini akan menimbulkan rasa ketakwaan dan pemahaman yang lebih baik lagi dalam beribadah.
Ditanya naiknya biaya haji tahun ini senilai Rp250.000, Sodik menjawab, hal ini dikarenakan adanya 15 item peningkatan mutu layanan. Mulai dari makanan sampai transportasi.
(kri)