Kecewa Putusan PTUN, Kubu GKR Hemas Pertimbangkan Ajukan PK

Kamis, 08 Juni 2017 - 15:40 WIB
Kecewa Putusan PTUN,...
Kecewa Putusan PTUN, Kubu GKR Hemas Pertimbangkan Ajukan PK
A A A
JAKARTA - Kubu Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengaku kecewa dengan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta yang menolak permohonan gugatan sengketa pelantikan pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Meski tetap menghormati putusan tersebut, namun ada pertanyaan mengapa PTUN seakan tidak berani membatalkan proses pelantikan yang dianggap cacat hukum tersebut. “Ini kan belum pernah ada ya hakim membatalkan tindakan ketua MA. Yang pernah ada itu hakim batalkan keputusan presiden. Tapi yang kita harapkan ada keberanian dari hakim untuk membatalkan pemanduan sumpah jabatam DPD oleh wakil ketua MA namun nyatanya itu belum kita dapat hari ini,” ujar Kuasa Hukum GKR Hemas, Irman Putra Sidin usai sidang di PTUN Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Menurut Irman, sebetulnya keberanian dari hakim akan menjadi momentum sejarah dalam proses supermasi hukum di Indonesia. Sebab perkara yang dikawalnya ini belum tentu terjadi lagi di kemudian hari.

“Tapi putusan majelis ini nampaknya ingin membebaskan MA dari tanggung jawab pemanduan sumpah itu. Makanya dia mengatakan ini bukan objek yang jadi tindakan,” tutur Irman.

Irman menambahkan, masih menimbang untuk mengajukan banding melalui peninjauan kembali (PK) yang sebelumnya ditawarkan hakim pasca pembacaan putusan. Dia berpandangan, permohonan yang diajukannya ini bukan persoalan pribadi, melainkan persoalan milik bangsa.
“Karena menyangkut putusan MA, menyangkut masa depan konstitusional kita. Sehingga semua warga negara berkepentingan terhadap perkara ini,” tambahnya.

Sebelumnya pasca pembacaan putusan, Ketua Majelis Ujang Abdullah menerangkan bahwa meski di dalam Pasal 16 Perma 5 Tahun 2015 putusan ini final dan mengikat, namun berdasrakan kaidah hukum yang digariskan di dalam putusan MA 175 PK TUN 2016 masih ada kesempatan bagi pihak yang tidak sependapat untuk mengajukan PK.

“Namun demikian apabila sependapat tentu bisa juga melakukan forum lain sebagaimana yang disebutkan di dalam putusan pengadilan hari ini,” tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Sidang Paripurna DPD...
Sidang Paripurna DPD Ke-11 Digelar Secara Virtual
Masalah Lelang Jabatan...
Masalah Lelang Jabatan Sekjen DPD, Nono Sampono Surati Presiden
Ketua Kelompok DPD di...
Ketua Kelompok DPD di MPR M Syukur Dukung Gagasan DPD Diatur dalam UU Tersendiri
Puan Pengganti dan Penerus...
Puan Pengganti dan Penerus Perjuangan Soekarnoisme
Istimewanya FGD Penguatan...
Istimewanya FGD Penguatan Peran DPD di Yogyakarta
Sah! 152 Anggota DPD...
Sah! 152 Anggota DPD RI Periode 2024-2029 Resmi Dilantik
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
Warganet Kecewa, Ramai-ramai...
Warganet Kecewa, Ramai-ramai Unfollow Akun Medsos Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved