Setya Novanto Sebut Fatwa MUI Pertegas Jati Diri Islam
Selasa, 06 Juni 2017 - 21:08 WIB
Setya Novanto Sebut Fatwa MUI Pertegas Jati Diri Islam
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPR Setya Novanto menyambut baik terbitnya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui media sosial (medsos).
Novanto menilai, fatwa tersebut sesuai dengan dinamika perkembangan zaman. "Respons atas dinamika sosial yang ditunjukkan oleh MUI sangat memberi pesan positif bagi kehidupan sosial kemasyarakatan, khususnya dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Novanto kepada SINDOnews, Selasa (6/6/2017). (Baca juga: Menkominfo Siap Bantu Sosialisasikan Fatwa MUI Soal Medsos )
MUI mengeluarkan fatwa yang mengharamkam lima hal dalam interaksi atau bermuamalah di media sosial. Pertama, larangan tersebut terkait dengan perilaku gibah (membicarakan keburukan/aib orang), namimah (adu domba) dan penyebaran permusuhan.
Kedua, perilaku bullying, ujaran kebencian, permusuhan atas dasar suku, agama, dan ras atau antargolongan.Ketiga, menyebarkan hoax serta informasi bohong meski dengan tujuan baik. Keempat, menyebarkan materi pornografi/kemaksiatan. Kelima, menyebarkan konten yang tidak benar dan tidak sesuai pada tempatnya.
Bagi Novanto, kelima hal tersebut sesuai dengan prinsip, ajaran dan nilai yang dikandung oleh ajaran keagamaan, khususnya Islam.
Sebagai organisasi panutan, lanjut Novanto, Fatwa MUI merepresentasikannya sebagai organisasi Islam yang betul-betul mencontohkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai agama yang sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari.
"Nilai-nilai yang sejatinya senantiasa merangkul, mengayomi, menyejukkan serta meneduhkan jiwa dan hati, dengan ajaran dan rambu-rambu agar kita senantiasa berada di jalan yang benar," kata Novanto.
Oleh karena itu, Novanto mengapresiasi Fatwa MUI tersebut. Fatwa itu, lanjut dia, semakin menegaskan jati diri keislaman yang sesungguhnya, yakni Islam yang menyebarkan kedamaian dan ketenangan, yang menghargai perbedaan dan memandangnya sebagai realitas yang harus diterima.
Fatwa MUI juga menegaskan jati diri Islam yang mengambil sikap tegas atas segala bentuk perilaku yang meresahkan, menyesatkan dan meruntuhkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa.
"Semoga dengan peran MUI yang semakin representatif, akomodatif dan responsif akan memperkuat sendi-sendi yang mampu menopang persatuan dan kesatuan bangsa," ucap Novanto.
Novanto menilai, fatwa tersebut sesuai dengan dinamika perkembangan zaman. "Respons atas dinamika sosial yang ditunjukkan oleh MUI sangat memberi pesan positif bagi kehidupan sosial kemasyarakatan, khususnya dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Novanto kepada SINDOnews, Selasa (6/6/2017). (Baca juga: Menkominfo Siap Bantu Sosialisasikan Fatwa MUI Soal Medsos )
MUI mengeluarkan fatwa yang mengharamkam lima hal dalam interaksi atau bermuamalah di media sosial. Pertama, larangan tersebut terkait dengan perilaku gibah (membicarakan keburukan/aib orang), namimah (adu domba) dan penyebaran permusuhan.
Kedua, perilaku bullying, ujaran kebencian, permusuhan atas dasar suku, agama, dan ras atau antargolongan.Ketiga, menyebarkan hoax serta informasi bohong meski dengan tujuan baik. Keempat, menyebarkan materi pornografi/kemaksiatan. Kelima, menyebarkan konten yang tidak benar dan tidak sesuai pada tempatnya.
Bagi Novanto, kelima hal tersebut sesuai dengan prinsip, ajaran dan nilai yang dikandung oleh ajaran keagamaan, khususnya Islam.
Sebagai organisasi panutan, lanjut Novanto, Fatwa MUI merepresentasikannya sebagai organisasi Islam yang betul-betul mencontohkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai agama yang sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari.
"Nilai-nilai yang sejatinya senantiasa merangkul, mengayomi, menyejukkan serta meneduhkan jiwa dan hati, dengan ajaran dan rambu-rambu agar kita senantiasa berada di jalan yang benar," kata Novanto.
Oleh karena itu, Novanto mengapresiasi Fatwa MUI tersebut. Fatwa itu, lanjut dia, semakin menegaskan jati diri keislaman yang sesungguhnya, yakni Islam yang menyebarkan kedamaian dan ketenangan, yang menghargai perbedaan dan memandangnya sebagai realitas yang harus diterima.
Fatwa MUI juga menegaskan jati diri Islam yang mengambil sikap tegas atas segala bentuk perilaku yang meresahkan, menyesatkan dan meruntuhkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa.
"Semoga dengan peran MUI yang semakin representatif, akomodatif dan responsif akan memperkuat sendi-sendi yang mampu menopang persatuan dan kesatuan bangsa," ucap Novanto.
(dam)