DPR Minta Pemerintah Paparkan Simulasi Pemilu Serentak

Selasa, 06 Juni 2017 - 17:36 WIB
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Paparkan Simulasi Pemilu Serentak
A A A
JAKARTA - DPR meminta pemerintah memaparkan simulasi mengenai Pemilu serentak. Pasalnya, tiap anggota Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu di DPR memiliki pandangan berbeda mengenai pemilu serentak.

Anggota Pansus RUU Pemilu dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Diah Pitaloka mengaku, selama ini simulasi mengenai pemilu serentak tidak pernah dibahas dalam rapat Pansus RUU Pemilu.

"‎Harusnya kan diobrolin," kata Diah Pitaloka di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Dia mengatakan, memang keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan pemilu serentak sudah final dan mengikat. "Tapi kita juga ingin kepastian. Karena tanggungjawab kita ini sama eksistensi negara, keselamatan negara," ucapnya.

Salah satu hal yang perlu dibahas, kata dia, adalah bagaimana penyelenggaraan Pemilu serentak nantinya. "Nah ini transisi legislatif nantinya vakum, presidennya juga untuk mendapatkan mandataris MPR yang baru kan akan menjalankan pemilu, artinya itu masa transisi juga, nah ini kan 1 periode atau 1 momentum sangat penting bagi transisi kekuasaan dalam demokrasi kita," tuturnya.

Di samping itu lanjut dia, faktor keamanan menjadi isu yang sangat patut diperhitungkan, seperti jumlah personel aparat keamanan yang diterjunkan. Sebab, Pilkada DKI Jakarta 2017 pun tidak hanya dijaga Polda Metro Jaya, melainkan Polda lain.

"Nah kita ingin sebetulnya pemerintah lebih memaparkan secara teknis ini gambarannya bagaimana, itu yang belum kita dapat nih di Pansus. Belum sampai ke simulasi praktis," katanya.

Hal lain yang perlu diantisipasi adalah potensi sengketa di MK. "Pilpres dengan Pileg ini bersamaan lho, kapasitas peradilannya bagaimana kah kalau nanti antar partai terjadi perselisihan suara masuk ke MK misalnya, antar capres terjadi sengketa, nah itu bagaimana, kita enggak bicara kondisi baiknya kalau ada hal-hal yang atau misalnya terjadi gempa bumi di hari itu," ungkapnya.‎
(maf)
Berita Terkait
Jimly, Mahfud, dan Refly...
Jimly, Mahfud, dan Refly Hadiri RDPU Komisi II DPR Bahas Pemilu
Perppu Pemilu Disahkan...
Perppu Pemilu Disahkan DPR Jadi Undang-Undang
Argumen Istana Soal...
Argumen Istana Soal RUU Pemilu Tak Menjawab Masalah
RUU Pemilu Dicabut dari...
RUU Pemilu Dicabut dari Prolegnas 2021, Bakal Lahir Perppu?
Maju-Mundur Revisi UU...
Maju-Mundur Revisi UU Pemilu, Kode Inisiatif: Serentak Bukan Hanya Urusan Waktu
Demokrat Sebut Alasan...
Demokrat Sebut Alasan Pemerintah Tolak RUU Pemilu Lemah dan Rapuh
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved