Kecelakaan Maut Kerap Terjadi, Bukti Pengawasan Pemerintah Lemah

Selasa, 02 Mei 2017 - 19:58 WIB
Kecelakaan Maut Kerap...
Kecelakaan Maut Kerap Terjadi, Bukti Pengawasan Pemerintah Lemah
A A A
JAKARTA - Peristiwa kecelakaan maut yang beberapa kali terjadi di wilayah Puncak, Jawa Barat merupakan bukti bahwa pemerintah belum serius mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran (Kamseltibcar). Akibatnya, puluhan orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Indonesia Traffic Watch (ITW) menilai, peristiwa kecelakaan yang belakangan ini sering terjadi saat libur panjang menjadi bukti buruknya pengawasan terhadap kelayakan kendaraan dan kompentensi pengemudi.

"Kenapa ada kendaraan yang tidak layak jalan, tapi tetap beroperasi. Lalu, bagaimana pengawasan terhadap kompentensi pengemudi, harus ada yang bertanggung jawab," kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan melalu pesan yang diterima Okezone, Selasa (2/5/2017).

Menurut dia, semua pihak harus bertanggung jawab untuk mewujudkan Kamseltibcar lalu lintas di wilayah sehingga potensi kecelakaan bisa diminimalisasi. (Baca juga: Respons Kemenhub Terkait Kecelakaan di Puncak yang Tewaskan 11 Orang)

Edison mendesak agar temuan hasil uji kir bus wisata maut yang tidak sesuai dengan peruntukannya itu segera diusut tuntas. "Selama ini, setiap kecelakaan hanya tanggung jawab pengemudi. Sementara, pihak yang melakukan pemeriksaan kelayakaan kendaraan lepas tanggung jawab," ucapnya.

Sementara Edison mengatakan, kecelakaan lalu lintas adalah sebuah peristiwa yang tidak disengaja. Tetapi, pemerintah berperan untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) setempat perlu melakukan pemeriksaan secara berkala.

Selain itu, kompentensi pengemudi ditandai dengan proses untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) wajib diperhatikan secara jeli. "Apakah kewenangan itu sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku? itu harus diperiksa," ujar Edison.

Edison menyarankan, pemerintah bisa mencegah faktor pemicu kecelakaan dengan melakukan pengawasan yang ketat. Selanjutnya dia berharap supaya semua pihak berupaya untuk mewujudkan Kamseltibcar lalu lintas.

"Kalau manusia sudah dianggap sebagai aset, seharusnya kecelakaan itu dapat dicegah lewat pengawasan yang ketat," ujarnya.
(maf)
Berita Terkait
Selamat, Jakarta Terpilih...
Selamat, Jakarta Terpilih sebagai Kota Transportasi Terbaik di Dunia
Kepala UPAS Beberkan...
Kepala UPAS Beberkan Manfaat Menggunakan Transportasi Publik Semenjak Dini
Audiensi Pimpinan DPR...
Audiensi Pimpinan DPR dengan Serikat Pekerja Angkutan Bahas Pelindungan Transportasi Online
Kendaraan Tanpa Pengemudi...
Kendaraan Tanpa Pengemudi Jadi Kebutuhan Transportasi Masa Depan
Pembangunan Perumahan...
Pembangunan Perumahan di RI Disebut Tak Sinkron dengan Layanan Transportasi
Seaplane: Solusi Mengatasi...
Seaplane: Solusi Mengatasi Keterbatasan Transportasi Darat dan Laut di Indonesia
Berita Terkini
Pemilik Dolar dan Emas...
Pemilik Dolar dan Emas 74 Kg Bakal Ajukan Gugatan, Pengacara Don Ritto: Secepat-cepatnya
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved