Bisa Timbulkan Kegaduhan Baru, Ahok Tak Layak Masuk Kabinet

Selasa, 25 April 2017 - 15:29 WIB
Bisa Timbulkan Kegaduhan...
Bisa Timbulkan Kegaduhan Baru, Ahok Tak Layak Masuk Kabinet
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai tidak layak masuk kabinet Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Pasalnya, Ahok merupakan sosok yang sangat kontroversial.

"Sehingga memasukkannya dalam kabinet hanya akan mengundang kegaduhan baru," ujar Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) Sya'roni kepada SINDOnews, Selasa (25/4/2017).

Dia yakin bahwa gelombang demonstrasi akan terus membanjiri Istana Negara jika Ahok dipilih sebagai menteri nantinya. "Sehingga akan mengakibatkan terganggunya jalannya pemerintahan secara keseluruhan," paparnya.

Kata dia, bahwa reshuffle atau perombakan kabinet adalah hak prerogatif presiden. Sehingga, lanjut dia, hanya presiden yang lebih paham sosok apa yang dibutuhkan untuk memperkuat kabinetnya.

"Namun mencermati kabar akan masuknya Ahok dalam jajaran Kabinet Kerja patut dikritisi," ucapnya.

Kika reshuffle itu benar terjadi, menurutnya, maka figur-figur ekonomlah yang lebih dibutuhkan. Karena saat ini sektor ekonomi yang harus mendapatkan penyegaran personel karena kinerjanya masih kedodoran.

"Ahok bukanlah sosok ekonom, sehingga memaksakannya masuk ke dalam konfigurasi kabinet merupakan langkah yang tidak tepat," katanya.
Sya'roni berpandangan, jika yang akan diganti adalah menteri dari unsur partai politik (parpol), maka bisa menimbulkan dendam politik. Parpol tersebut bisa menebarkan intrik permusuhan yang bisa mengakibatkan retaknya soliditas parpol pendukung pemerintah.

Apalagi tambah dia, masa jabatan Presiden Jokowi sudah tinggal sedikit lagi. Maka, Jokowi disarankan fokus memperkuat pembangunan ekonomi, dan sudah tidak ada waktu lagi utak-atik kabinet hanya untuk mengakomodasi Ahok.

"Rakyat masih bersabar menunggu janji Presiden Jokowi yang akan membawa ekonomi Indonesia melesat tinggi, sebaiknya presiden fokus memenuhi janji tersebut," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Respons Hukum Kejagung...
Respons Hukum Kejagung Dinilai Kunci Benahi Tata Kelola MBG
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Kejagung Tetapkan Tersangka...
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi MBG, Berperan Atur Mitra dan Titik Dapur
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved