Jika Polisi Lamban, TPF Kasus Penyerangan Novel Baswedan Diperlukan

Jum'at, 14 April 2017 - 21:46 WIB
Jika Polisi Lamban,...
Jika Polisi Lamban, TPF Kasus Penyerangan Novel Baswedan Diperlukan
A A A
JAKARTA - Perlu tidaknya pemerintah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan dinilai bergantung kinerja kepolisian dalam menangani kasus tersebut.

Apabila Polri mampu bekerja cepat mengungkap pelaku dan pihak-pihak di balik kasus penyiraman air keras kepada Novel, maka pembetukan TPF untuk membongkar kasus teror terhadap penyidik senior KPK itu dinilai tidak diperlukan.

"Namun jika Polri terkesan lambat maka TPF layak untuk dibentuk," ujar Ketua Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima), Sya'roni kepada SINDOnews, Jumat (14/4/2017).

Sya'roni menilai usulan pembentukan TPF oleh pegawai KPK merupakan ekspresi keinginan mereka agar kasus penyerangan terhadap Novel dibongkar secara tuntas.

"Permintaan tersebut harusnya memacu pihak Polri jika lembaganya mampu membongkar kasus tersebut dan sekaligus menepis keraguan dari para pegawai KPK, untuk itu Polri harus bergerak cepat," tutur Sya'roni. (Baca Juga: Pegawai KPK Minta Jokowi Bentuk TPF Penyerangan Novel Baswedan )

Menurut dia, jika Polri terkesan lamban dalam menangani kasus ini maka keraguan pegawai KPK semakin kuat. Jika itu terjadi, kata dia, tuntutan pembentukan TPF akan semakin kencang, baik dari unsur pegawai KPK maupun dari elemen masyarakat.

Kendati demikian, dia menyarankan pegawai KPK untuk memberikan waktu kepada Polri untuk membongkar kasus ini, misalnya selama satu bulan.

Menurut dia, jika dalan satu bulan Polri tidak mampu membongkar kasus ini maka pegawai KPK dan elemen masyarakat bisa mendesak pembentukan TPF. "Kuncinya di Polri, bisa tidak membongkar kasus ini dengan cepat," ujar Sya'roni. ( Baca Juga: Ini Langkah Kapolri untuk Ungkap Peneror Novel Baswedan )
(dam)
Berita Terkait
Novel Baswedan: Hari...
Novel Baswedan: Hari Ini, 5 Tahun Lalu Saya Diserang Air Keras
Novel Baswedan Kutuk...
Novel Baswedan Kutuk Teror Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus: Ini Kejahatan Luar Biasa!
Hakim Bilang Pelaku...
Hakim Bilang Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Amatir, Novel: Apa Dia Nyuruh Diulang Lebih Profesional?
Novel Baswedan Jadi...
Novel Baswedan Jadi Saksi Sidang Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette
Polisi Buru Pelaku Penyiraman...
Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras pada Sejoli di Cengkareng
Tangkap 3 Pelaku Penyiraman...
Tangkap 3 Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi, Polisi: Kadarnya 90 Persen
Berita Terkini
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved