Minta Copot Djan dan Romi, Massa PPP Yogya Turun ke Jalan
Jum'at, 07 April 2017 - 17:44 WIB
Minta Copot Djan dan Romi, Massa PPP Yogya Turun ke Jalan
A
A
A
JAKARTA - Struktur pengurus DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama ribuan laskar sayap partai berlambang kakbah turun ke jalan.
Mereka mengelar takbligh akbar dan pernyataan sikap atas konflik di internal partai yang tidak kunjung usai. Sepanjang Jalan Pangurakan, sisi selatan Titik Nol Yogyakarta hingga Alun-Alun Utara sebagai tempat massa berkumpul. (Baca Juga: Laskar PPP Ingin Pemimpin Revolusioner )
Petugas kepolisian setempat menutup akses jalan itu karena ribuan orang memenuhi jalan. Ketua DPW PPP DIY Sukri Fadholi secara lantang tidak memihak salah satu kubu, baik dari Djan Faridz maupun Romahurmuzy.
Bahkan, Sukri menegaskan kedua pemimpin PPP tersebut harus dihentikan dari pengurus partai yang notabene memiliki garis keislaman.
"Kedua pemimpin harus dihentikan. Kita ingin mengelar muktamar luar biasa dengan menganti kedua pemimpin syah secara konstitusi dan undang-undang," kata Sukri, Jum'at (7/4/2017).
Sukri mengaku sedang mengupayakan agar digelar muktamar tersebut. Salah satunya, meminta dukunganseluruh DPW-DPW se Indonesia dan meminta Mahkamah Partai segera menggelar muktamar untuk mengakhiri konflik.
Yogyakarta, kata dia, siap menjadi tuan rumah jika muktamar luar biasa itu digelar.
Dia berharap ada perubahan menyeluruh dalam struktur partai agar kembali ke arah kebijakan partai.
Penasihat Laskar PPP DIY Muhammad Yazid juga mengaku muak dengan konflik di internal partainya.
Anggota Komisi D DPRD DIY ini dengan lugas konflik di pusat sangat berpengaruh ke daerah. Tidak hanya Yogya, sebagian besar struktur pengurus DPW PPP se-Indonesia sudah gerah dengan konflik yang ada.
"PPP harus bangkit, revolusi PPP sudah seharusnya sekarang dilakukan. Kita dari Yogyakarta siap mengawal jalannya muktamar luar biasa," kata pengurus DPW PPP DIY ini.
Mereka mengelar takbligh akbar dan pernyataan sikap atas konflik di internal partai yang tidak kunjung usai. Sepanjang Jalan Pangurakan, sisi selatan Titik Nol Yogyakarta hingga Alun-Alun Utara sebagai tempat massa berkumpul. (Baca Juga: Laskar PPP Ingin Pemimpin Revolusioner )
Petugas kepolisian setempat menutup akses jalan itu karena ribuan orang memenuhi jalan. Ketua DPW PPP DIY Sukri Fadholi secara lantang tidak memihak salah satu kubu, baik dari Djan Faridz maupun Romahurmuzy.
Bahkan, Sukri menegaskan kedua pemimpin PPP tersebut harus dihentikan dari pengurus partai yang notabene memiliki garis keislaman.
"Kedua pemimpin harus dihentikan. Kita ingin mengelar muktamar luar biasa dengan menganti kedua pemimpin syah secara konstitusi dan undang-undang," kata Sukri, Jum'at (7/4/2017).
Sukri mengaku sedang mengupayakan agar digelar muktamar tersebut. Salah satunya, meminta dukunganseluruh DPW-DPW se Indonesia dan meminta Mahkamah Partai segera menggelar muktamar untuk mengakhiri konflik.
Yogyakarta, kata dia, siap menjadi tuan rumah jika muktamar luar biasa itu digelar.
Dia berharap ada perubahan menyeluruh dalam struktur partai agar kembali ke arah kebijakan partai.
Penasihat Laskar PPP DIY Muhammad Yazid juga mengaku muak dengan konflik di internal partainya.
Anggota Komisi D DPRD DIY ini dengan lugas konflik di pusat sangat berpengaruh ke daerah. Tidak hanya Yogya, sebagian besar struktur pengurus DPW PPP se-Indonesia sudah gerah dengan konflik yang ada.
"PPP harus bangkit, revolusi PPP sudah seharusnya sekarang dilakukan. Kita dari Yogyakarta siap mengawal jalannya muktamar luar biasa," kata pengurus DPW PPP DIY ini.
(dam)