Kitab Kuning dan Santri Simbol Perlawanan Terhadap Kolonialisme Belanda

Sabtu, 01 April 2017 - 18:45 WIB
Kitab Kuning dan Santri...
Kitab Kuning dan Santri Simbol Perlawanan Terhadap Kolonialisme Belanda
A A A
JAKARTA - Kitab kuning merupakan khazanah literatur Islam yang memiliki kandungan dan peran strategis dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Sejarah juga mencatat bahwa kitab kuning, pesantren dan para santri adalah simbol perlawanan terhadap kolonialisme Belanda.

Atas dasar itu Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa menggelar Musabaqoh Kitab Kuning (MKK). Acara ini mendapat sambutan luar biasa dari santri seluruh Indonesia.

"Dalam MKK peserta diajarkan adab atau akhlak yang baik, sehingga mereka tidak hanya dibekali pengetahuan, juga perilaku yang baik," ujar Ketua Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Provinsi Jatim, Ka’bil Mubarok dalam siaran persnya yang diterima SINDOnews, Sabtu (1/4/2017).

Menurutnya, MKK yang digelar Garda Bangsa ini merupakan kegiatan rutin untuk meningkatkan kemampuan para santri dan anak muda terhadap penguasaan khazanah Islam yang ramah. Selain menyelenggarakan babak penyisihan semifinal dan final MKK, Garda Bangsa juga mengadakan halaqoh dan seminar Kitab Kuning Goes to Campus yang bertujuan mendekatkan anak-anak muda dengan literasi kitab kuning.

"Sekaligus mengupas pendangan khazanah Islam klasik (kitab kuning) dalam menjawab fenomena hoax, radikalisasi dan ideologi transnasional, serta pandangan-pandangan politik kenegaraan," ucapnya. (Baca: Muhammadiyah Minta Ubah Penamaan Hari Santri)

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur (Jatim), Abdul Halim Iskandar menuturkan, di Jatim kontruksi berpikir para santri, pesantren, kitab kuning masih menjadi landasan utama terhadap lahir dan tumbuh kembangnya Islam Nusantara. Kata dia Islam yang ramah serta dijadikan landasan dalam memupuk jiwa nasionalisme para santri.

"Bahkan jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka. Melalui karya tulis terbaiknya para ulama telah menjadi inspirasi dan referensi umat Islam dalam menjalani kehidupan," kata Abdul Halim.
(kur)
Berita Terkait
Mempelajari Peradaban...
Mempelajari Peradaban Islam Indonesia di Pameran Misykat Museum Nasional
Program Pendidikan Islam...
Program Pendidikan Islam Kemenag Papua, Yan Permenas Mandenas Tekankan Pentingnya Pendidikan Keagamaan
Guru Pendidikan Agama...
Guru Pendidikan Agama Islam Gelar Aksi di Kemenag, Desak Percepatan PPG PAI
Negara dengan Penganut...
Negara dengan Penganut Islam Sunni Terbanyak di Dunia
SYIAR: Memahami Islam...
SYIAR: Memahami Islam Wasathi
SYIAR: Hilangnya Kehebatan...
SYIAR: Hilangnya Kehebatan Islam
Berita Terkini
Tiba PN Jaktim Jelang...
Tiba PN Jaktim Jelang Sidang Eksepsi, Dokter Tifa: Kami Siapkan 37 Halaman Nota Perlawanan
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
Geledah Rumah di Sentul...
Geledah Rumah di Sentul Terkait 3 Kasus Korupsi, Polisi Sita Emas dan Uang Hampir Setengah Triliun
TNI Buka Suara soal...
TNI Buka Suara soal Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, Tegaskan Atas Permintaan Kejaksaan
Jelang Muktamar NU ke-35,...
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Dorong Kebangkitan Tradisi Menulis Kitab
Sidang Dokter Tifa Kembali...
Sidang Dokter Tifa Kembali Digelar Hari Ini, Akankah Jokowi Datang?
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved