Ketua KPK Diminta Hemat Bicara agar Tidak Gaduh

Rabu, 08 Maret 2017 - 16:18 WIB
Ketua KPK Diminta Hemat...
Ketua KPK Diminta Hemat Bicara agar Tidak Gaduh
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo diminta lebih hemat berbicara, termasuk mengenai proses hukum kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Pasalnya, pernyataan Agus Rahardjo bahwa ada sejumlah nama besar terkait kasus e-KTP menimbulkan spekulasi di masyarakat.

Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai, pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo menjadi wacana hangat di ruang publik.

Ada yang pro dan ada pula kontra, sekalipun lebih kecil. Namun kata dia, tidak sedikit masyarakat skeptis bahwa kasus korupsi dugaan melibatkan nama orang tersebut dapat terungkap.

"Penyebutan nama-nama orang besar tersebut, setidaknya ada dua makna di balik ungkapan Ketua KPK," ujarnya kepada SINDOnews, Rabu (8/3/2017).‎

Pertama menurut dia, pernyataan tersebut sebagai prakondisi di tengah masyarakat bilamana ada serangan balik atau penolakan dari orang yang punya nama besar tersebut maupun dari kelompok kepentingan, pada saat nama mereka terungkap di pengadilan.

Sehingga lanjut dia, publik dapat memahami dan berpotensi memberi penilaian yang kurang produktif bagi siapapun yang diduga melakukan serangan balik itu.

"Inilah yang saya sebut sebagai upaya menciptakan imunisasi komunikasi, karena terlebih dahulu menyuntikkan virus yang sudah dilemahkan, dengan menyebut ada nama besar terkait pengadaan e-KTP," paparnya.

Jadi sambung Emrus, publik akan cenderung menolak bilamana ada pembelaan apapun dari pelaku dugaan korupsi. Kemudian menurutnya, hal itu dapat dimaknai sebagai kurangnya kepercayaan diri ketua KPK bila menghadapi penolakan dari siapapun terkait nama besar dalam dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Sebab lanjut dia, jika punya kepercayaan diri, sejatinya Ketua KPK tidak perlu mengungkapkan kepada publik bahwa ada nama besar di balik dugaan korupsi dengan e-KTP. "Biarkan saja mengalir sesuai dengan tahapan prosedur hukum," katanya.

Sekarang saja kata Emrus, ungkapan ketua KPK tersebut memunculkan berbagai spekulasi siapa-siapa nama orang besar tersebut. Bahkan di berbagai sosial media, beredar nama-nama orang besar tersebut.

Bahkan ujar dia, ada pimpinan lembaga negara mengingatkan KPK agar tidak membuat kegaduhan politik soal dugaan keterlibatan nama-nama orang besar negeri ini dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

"Berdasarkan dua makna tersebut di atas, saya berpendapat, sejatinya Ketua KPK agar lebih hemat berbicara dengan memberikan otoritas dan kewenangan bidang komunikasi kepada juru bicara KPK," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Antrian E KTP Ricuh
Antrian E KTP Ricuh
Meraup Rezeki Lewat...
Meraup Rezeki Lewat Jasa Reparasi KTP
Ricuh Pengurusan E-KTP
Ricuh Pengurusan E-KTP
Pembuatan KTP Elektronik...
Pembuatan KTP Elektronik di Rumah Bagi Warga Berkebutuhan Khusus
Kemendagri Permudah...
Kemendagri Permudah Transgender Dapatkan e-KTP
Cara Membuat Watermark...
Cara Membuat Watermark Pada e-KTP
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved