Tiga Tokoh GNPF-MUI Dicecar 27 Pertanyaan soal Rapat-Rapat dan Agenda Dugaan Makar
Rabu, 01 Februari 2017 - 20:23 WIB
Tiga Tokoh GNPF-MUI Dicecar 27 Pertanyaan soal Rapat-Rapat dan Agenda Dugaan Makar
A
A
A
JAKARTA - Tiga tokoh GNPF-MUI Habib Rizieq Shihab, Munarman, dan Ustaz Bachtiar Nasir akhirnya selesai diperiksa sebagai saksi dugaan kasus makar di Polda Metro Jaya. Ketiganya pun dicecar 27 pertanyaan oleh penyidik terkait pertemuan yang dilakukan para aktivis dan tokoh.
Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan, kalau dia bersama Habib Rizieq Shihab dan Munarman baru saja selesai menjalani pemeriksaannya sebagai saksi dugaan kasus makar. Saat diperiksa, polisi menanyakan soal aksi 411 dan aksi 212 dahulu dan dia pun menjelaskannya secara rinci.
"Ada 27 pertanyaan yang diajukan pada saya, Habib Rizieq dan Munarman. Ahamdulillah, kami sudah sampaikan kalau Aksi Bela Islam itu aksi super damai yang tak menghendaki kerusuhan, menggulingkan kekuasaan, ataupun memfasilitasi apapun terkait penggulingan kekuasaan," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (1/2/2017).
Dia menerangkan, kepada polisi, Aksi Bela Islam I, II, dan III itu murni aksi yang dilakukan umat Islam untuk menuntut persoalan penistaan agama agar diselesaikan. Selain soal Aksi Bela Islam, polisi pun menanyakan soal rapat-rapat dan agenda yang dilakukan selain pada agenda aksi 411 itu.
Bahkan, kata dia, polisi juga menanyakan sejumlah nama, seperti Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Kivlan Zein, dan lainnya. Dia bersama dua tokoh GNPF-MUI lainnya pun menjawab sesuai yang diketahuinya.
"Bu Rachma dan pak Sri kita kenal, pak Kivlan Zein kita tahu meski tidak pernah mengobrol secara langsung."Lalu, sempat ditanya tentang ceramah saya di UBK. Itu terkait Haul Bung Karno dan itu sifatnya akademik," imbuhnya.
Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan, kalau dia bersama Habib Rizieq Shihab dan Munarman baru saja selesai menjalani pemeriksaannya sebagai saksi dugaan kasus makar. Saat diperiksa, polisi menanyakan soal aksi 411 dan aksi 212 dahulu dan dia pun menjelaskannya secara rinci.
"Ada 27 pertanyaan yang diajukan pada saya, Habib Rizieq dan Munarman. Ahamdulillah, kami sudah sampaikan kalau Aksi Bela Islam itu aksi super damai yang tak menghendaki kerusuhan, menggulingkan kekuasaan, ataupun memfasilitasi apapun terkait penggulingan kekuasaan," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (1/2/2017).
Dia menerangkan, kepada polisi, Aksi Bela Islam I, II, dan III itu murni aksi yang dilakukan umat Islam untuk menuntut persoalan penistaan agama agar diselesaikan. Selain soal Aksi Bela Islam, polisi pun menanyakan soal rapat-rapat dan agenda yang dilakukan selain pada agenda aksi 411 itu.
Bahkan, kata dia, polisi juga menanyakan sejumlah nama, seperti Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Kivlan Zein, dan lainnya. Dia bersama dua tokoh GNPF-MUI lainnya pun menjawab sesuai yang diketahuinya.
"Bu Rachma dan pak Sri kita kenal, pak Kivlan Zein kita tahu meski tidak pernah mengobrol secara langsung."Lalu, sempat ditanya tentang ceramah saya di UBK. Itu terkait Haul Bung Karno dan itu sifatnya akademik," imbuhnya.
(pur)