Polri Pelajari Kembali Kasus Antasari Azhar

Jum'at, 27 Januari 2017 - 17:32 WIB
Polri Pelajari Kembali...
Polri Pelajari Kembali Kasus Antasari Azhar
A A A
JAKARTA - Polri akan mendalami kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen yang menjerat mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar.

Adapun yang didalami Polri adalah keberadaan SMS palsu berisi ancaman yang diterima Nasrudin. "Kita akan mempelajari kasus itu kembali, bukan membuka. Mempelajari kasus itu kembali," ucap Tito di Kampus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2017).

Langkah Polri mempelajari kembali kasus pembunuhan Nasrudin dilakukan setelah Presiden Joko Widdo (Jokowi) mengabulkan grasi yang diajukan Antasari. Seusai memeroleh grasi, Antasari menghadap Jokowi di Istana Negara. (Baca juga: Jokowi Kabulkan Grasi Antasari Azhar)

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Iriawan beserta sejumlah penyidik juga telah menghadap ke Istana membawa berkas perkara Antasari. "Kemungkinan alat buktinya sudah kuat atau tidak. Terutama yang mengarah kepada Pak Antasari," ucap Tito.

Sebelumnya, Tim Pengacara Antasari telah melapor ke Mabes Polri terkait SMS palsu berisi ancaman yang diterima Nasrudin. Tim pengacara menilai, SMS tersebut bisa saja dikirimkan oleh orang lain melalui sarana Internet tanpa harus dari perangkat telepon Antasari.

Pada September 2011 lalu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri yang saat itu dijabat oleh Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan dari Antasari terkait dugaan SMS palsu.

Tito menegaskan, pergantian pemerintahan tidak akan memengaruhi jalannya penegakan hukum di negeri ini. "Enggak (mempengaruhi) lah. Itu fakta hukum, ada dalam berkas nanti kita akan lihat itu," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Polisi Periksa Antasari...
Polisi Periksa Antasari Azhar terkait Kasus Djoko Tjandra
Mantan Ketua KPK Antasari...
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Meninggal Dunia
Ini Celah Waktu Rawan...
Ini Celah Waktu Rawan yang Kerap Dimanfaatkan Terpidana untuk Kabur
Kenang Antasari Azhar,...
Kenang Antasari Azhar, Pimpinan KPK: Sosok Tangguh Pemberantasan Korupsi
Jimly Asshiddiqie Kenang...
Jimly Asshiddiqie Kenang Antasari Azhar sebagai Sosok yang Tegas
Ini Pesan Terakhir Antasari...
Ini Pesan Terakhir Antasari Azhar ke Keluarga Sebelum Meninggal Dunia
Berita Terkini
MUI Tegaskan Dukung...
MUI Tegaskan Dukung Kemerdekaan Palestina: Kita Menolak Terhadap Genosida dan Islamophobia
Kabar Duka, Mantan Dubes...
Kabar Duka, Mantan Dubes Prof Bachtiar Aly Meninggal Dunia
Prabowo, Jokowi, SBY...
Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved