Pidato Megawati Tegaskan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa

Selasa, 10 Januari 2017 - 13:49 WIB
Pidato Megawati Tegaskan...
Pidato Megawati Tegaskan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa
A A A
JAKARTA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik dalam perayaan HUT ke-44 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).‎ Dalam pidatonya, Megawati menegaskan Pancasila sebagai ideologi bangsa yang diakui negara.

Menurut Megawati, sebagai partai yang ideologis, PDIP menempatkan Pancasila sebagai ideologi partai. Menurutnya, perjuangan PDIP untuk menempatkan Pancasila sebagai ideologi berbuah manis setelah pada 1 Juni 2015, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengukuhkan sebagai Hari Lahir Pancasila.

‎"Artinya, secara resmi negara telah mengakui, bahwa Pancasila 1 Juni 1945 sebagai ideologi bangsa Indonesia," ujar Megawati di Jakarta Covention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Megawati menuturkan, peristiwa di penghujung tahun 2015, tepatnya saat negara mengakui 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila telah mengandung pertanyaan filosofis. Dimana pengakuan itu bukan sebatas pengakuan saja.

Melainkan, kata Megawati, pengakuan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila memiliki konsekuensi ideologis yang harus ditanggung bersama-sama.

"Dengan pengakuan tersebut, maka segala keputusan dan kebijakan politik yang kita produksi pun, sudah seharusnya bersumber pada jiwa dan semangat nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945," ungkapnya.

Kata dia, peristiwa 1 Juni juga sebagai 'cambuk pengingat' kepada bangsa Indonesia bahwa Pancasila sebagai pendeteksi dan tameng proteksi terhadap hidupnya ideologi tertutup yang berpotensi mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Ideologi tertutup bersifat dogmatis, tidak datang dari kehendak dan budaya bangsa Indonesia, serta ideologi yang datang dari kelompok tertentu, dan hendak dipaksakan kepada masyarakat Indonesia.

"Mereka memaksakan kehendaknya sendiri, tidak ada dialog, apalagi demokrasi. Apa yang mereka lakukan, hanyalah kepatuhan yang lahir dari watak kekuasaan totaliter, dan dijalankan dengan cara-cara totaliter pula. Bagi mereka, teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
Deretan Tokoh Bangsa...
Deretan Tokoh Bangsa Lulusan Pesantren, Ada Gus Dur hingga Haedar Nashir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved