Pemerintah Diminta Tunggu Investigasi Australia Soal Pelecehan Pancasila

Jum'at, 06 Januari 2017 - 06:50 WIB
Pemerintah Diminta Tunggu...
Pemerintah Diminta Tunggu Investigasi Australia Soal Pelecehan Pancasila
A A A
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia. Hal itu terjadi setelah personel Kopassus menemukan suatu tampilan yang dianggap melecehkan Pancasila di sebuah Akademi Pasukan Khusus (SAS) Australia.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Imparsial Al Araf meminta pemerintah agar menahan diri dalam menyikapi kasus tersebut.

"Pemerintah sebaiknya menahan diri dulu dan tidak emosional karena janji pemerintah Australia menginvestigasinya sudah disampaikan ke publik," kata Al Araf dalam keterangannya, Jumat (6/1/2017).

Kata dia, dalam hal tersebut diperlukan adanya pendalaman investigasi terlebih dahulu oleh pemerintah tentang penghinaan Pancasila itu, namun jika memang benar penghinaan itu terjadi dengan ukuran investigasi yang objektif ‎tentu pemerintah harus bersikap tegas.

"Silakan saja pemerintah mengambil langkah sikap tegas terkait dengan pemutusan hubungan kerjasama pertahanan," sambungnya.

Menurutnya, jangan sampai terjadi kekeliruan dalam menilai penghinaan terhadap Pancasila itu sehingga menimbulkan reaksi yang berlebihan.

"Sebaiknya presiden mengambil sikap di depan untuk memerintahkan pada Menhan (Menteri Pertahanan) dan Panglima TNI untuk menunggu prosesnya dan tidak lagi merespons secara berlebihan," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Turki Menyerahkan Barak...
Turki Menyerahkan Barak Militer yang Dibangunnya pada Somalia
Israel-Yunani Teken...
Israel-Yunani Teken Kesepakatan Pertahanan Terbesar Sepanjang Sejarah
Mengembalikan Persahabatan...
Mengembalikan Persahabatan Indonesia-Rusia
Indonesia-Turki di Puncak...
Indonesia-Turki di Puncak Kerja Sama Pertahanan
Belajar dari Turki Membangun...
Belajar dari Turki Membangun Kemandirian Alutsista
Komandan Jenderal Angkatan...
Komandan Jenderal Angkatan Darat AS Wilayah Pasifik Temui Panglima TNI, Ada Apa?
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved