Belajar dari Turki Membangun Kemandirian Alutsista

Senin, 07 Agustus 2023 - 05:15 WIB
loading...
Belajar dari Turki Membangun...
Ilustrasi: Masyudi/SINDOnews
A A A
KERJAsama alutsista antara Indonesia dengan Turki kian menunjukkan kemesraan. Teranyar, PT PAL Indonesia meneken memorandum of understanding (MoU) dengan Roketsan untuk menyediakan peralatan sistem tempur. Kesepakatan kerja sama yang berlangsung di sela Internasional Defence Industry Fair (IDEF) 2023 itu merupakan strategi Indonesia, dalam hal ini PT PAL, untuk memperluas global supply chain, penelitian, dan pengembangan produk alutsista.

baca juga: Mengenal Hari Kurban di Turki, Mirip Lebaran di Indonesia

Secara kongkret, melalui kerja sama tersebut, PT PAL yang merupakan bagian dari konsorsium Defend ID itu berharap bisa menyerap teknologi dari perusahaan Turki, hingga bisa meningkatkan kompetensi membuat alutsista gahar dan canggih demi mendukung pertahanan matra laut Indonesia. Harapan tidak berlebihan karena Turki memiliki sejumlah perusahaan alutsista yang menjadi top global player.

Salah satu proyek yang akan digarap bareng PT PAL-Roketsan adalah penyediaan sejumlah peralatan tempur untuk kapal Fregat Merah Putih 140 M yang tengah dibangun PT PAL. Di bidang alutsista laut, Roketsan bukanlah perusahaan kaleng-kaleng karena memiliki kapasitas mumpuni memproduksi alutsista seperti anti-ship missile, heavy weight torpedo, light weight torpedo, dan roket ASW (anti submarine warfare).

Adapun PT PAL menawarkan kapal rumah sakit (BRS) ke Turki sebagai upaya untuk menjajaki pasar global lebih luas. Seperti diketahui, perusahaan berbasis di Surabaya itu sudah berpengalaman membangun BRS, antara lain BRS KRI Wahidin Soediro Husodo dan KRI Soeharso. Sejauh ini, produk tersebut sudah diekspor ke Filipina dan sudah dipesan Uni Emirat Arab (UEA).

baca juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Universitas di Turki dan Indonesia Jalin Kemitraan Internasional

Selain alutsista maritim, kerja sama Indonesia-Turki terbaru ditunjukkan di bidang kedirgantaraan. Kontrak pembelian yang dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) terhadap 12 unit kendaraan udara tak berawak bersenjata (UCAV) Anka dari negeri Kemal Ataturk tersebut, ternyata juga diiringi dengan transfer of technology (ToT). Rencananya, 12 drone buatan Turkish Aerospace Industries Inc (TAI) yang dibeli akan dirakit di PT Dirgantara Indonesia (DI).

Selain kerja sama PT PAL-Roketsan dan TAI-PT DI, sebelumnya tercatat sejumlah perusahaan alutsista kedua negara telah melakukan kolaborasi. Secara monumental, kerja sama yang melibatkan G to G dan B to B dilakukan pada gelaran Indo Defence 2022 lalu. Pada momen tersebut, Kemhan menandatangani beberapa kontrak kerja sama dengan Turki untuk menggenjot kemampuan industri pertahanan Indonesia.

Kerja sama dimaksud adalah penandatanganan kontrak kerja sama antara Kemhan dengan Havelsan, Turkiye, DEFEND ID/PT PAL, PT Noahtu Shipyard dan PT Tesco Indomaritim untuk menggarap combat management system (CMS) offshore patrol vessel (OPV) warship, CMS OPV 90 M warship, CMS kapal cepat rudal (KCR) 90 M Warship, dan CMS Frigate Warship. Selanjutnya ada kontrak kerja sama jual beli antidrone and weaponary antara Kemhan dengan Bogazici Savunma Teknolojileri, Turki.

baca juga: Turki Promosikan 18 Universitas Unggulan ke Pelajar Indonesia, Banyak Tawaran Beasiswa

Kerja sama lainya adalah jual beli KCR full combat mission antara Kemhan dengan Tais Gemi Insa Ve Teknoloji AS Turki, jual beli antara Kemhan dengan Roketsan dan PT Noahtu Shipyard untuk penyediaan Khan Missile System, Roketsan Trisula-O Missile System (OMS), Trisula-O Weapon System (OWS), Trisula-U Missile System, Trisula-U Weapon System (UWS), dan Atmaca Missile yang akan disematkan pada kapal OPV and OPV 90 M. Malahan kabar terbaru, 41 kapal perang TNI AL yang akan di-refubisment semuanya akan dibekali rudal Atmaca.

Dari fakta di atas, kerja sama antara Indonesia-Turki terbilang pada level tinggi. Akusisi misil sistem Atmaca misalnya, mengindikasikan kepercayaan Indonesia terhadap produk alutsista buatan negeri Otoman tersebut. Dengan demikian, Indonesia sudah tidak lagi melulu bergantung pada negara-negara yang selama ini menjadi penguasa utama teknologi missile seperti Amerika Serikat, Rusia, Prancis dan negara maju lainnya.

Bahkan, melalui kerja sama yang telah dibangun, kedua negara tidak berhenti pada jual beli alutsista. Transaksi yang dilakukan diiringi dengan pemberian offset, ToT, hingga kesepakatan produksi bersama. Contohnya adalah produksi tank medium Harimau yang dilakukan PT Pindad dengan FNSS Turki. Rencananya kedua negara akan melanjutkan kerja sama pembuatan tank amfibi Zaha. Jika program tersebut berjalan dan bisa konsisten, bukan tidak mungkin Indonesia membangun industri pertahanan tangguh dan mewujudkan kemandirian alutsita seperti ditunjukkan Turki.

Lompatan Turki

Kerja sama dengan Turki merupakan pilihan strategis. Pasalnya, kapasitas penguasaan alutsista negeri yang menghubungkan Asia dengan Eropa itu tidak perlu lagi dipertanyakan. Di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyib Erdogan, Turki menjelma menjadi produsen senjata yang disegani, termasuk drone Bayraktar TB 2 yang sangat melegenda dalam perang Azerbaijan vs Rumania dan Ukraina vs Rusia. Bahkan Bayraktar TB 2 menjadi game changer saat Azerbaijan mengalahkan Rumania.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Kala Prabowo Dipuji...
Kala Prabowo Dipuji Modi, Seorang Presiden juga Prajurit yang Paham Perencanaan
Candi Prambanan Jadi...
Candi Prambanan Jadi Saksi Persahabatan Indonesia-India, Prabowo dan Modi Resmikan Konservasi
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
Rekomendasi
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Alexis Mac Allister...
Alexis Mac Allister Cetak Gol, Argentina Unggul atas Swiss 1-0
AEI Golf Tournament...
AEI Golf Tournament 2026 Resmi Dibuka, 144 Pegolf Ambil Bagian
Berita Terkini
Belum Ditahan, di Mana...
Belum Ditahan, di Mana Febrie Adriansyah usai Jadi Tersangka Korupsi?
ASN Diizinkan Antar...
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Menteri PANRB: Tak Boleh Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved