Pemimpin, Politikus dan Pemuka Agama Diminta Ciptakan Keteduhan
Kamis, 22 Desember 2016 - 09:27 WIB
Pemimpin, Politikus dan Pemuka Agama Diminta Ciptakan Keteduhan
A
A
A
JAKARTA - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nasionalis akan mengikuti Rapat Akbar dan Konsolidasi Kebangsaan.
Kegiatan bertema Bersatu Membangun Indonesia dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika. akan digelar di Kampus Universitas Jayabaya, Pulo Mas, Jakarta Timur, 22– 23 Desember 2016.
Ketua Panitia Rapat Akbar, Ismail Marassabesy mengatakan, kegiatan ini merupakan momen tepat bagi mahasiswa untuk melakukan refleksi akhir tahun dan konsolidasi gerakan.
"Kita melihat perjalanan bangsa selama satu tahun ke belakang, betapa bangsa ini berjalan terseok-seok karena adanya pandangan sempit anak bangsa yang masih mempersoalkan perbedaan di antara sesama anak bangsa. Padahal perbedaan itu suatu keniscayaan, justru dengan perbedaan itulah bangsa ini mendapatkan anugerah luar biasa,” ujar Ismail Marasabessy dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (22/12/2016).
Segala perbedaan baik suku, agama, ras dan pandangan politik, serta ideologi ini dapat hidup rukun dan saling menghormati karena adanya perekat, yaitu Pancasila.
“Sebagai bangsa yang heterogen, Indonesia harus bersyukur karena disatukan oleh ideologi negara, Pancasila. Kita prihatin kalau sekarang ini justru ada kelompok yang mempersoalkan perbedaan, dan ironisnya itu dengan nada kebencian,” tutur Ismail yang juga Menlu BEM Universitas Jayabaya ini.
Dia mengharapkan ke depan tidak ada lagi persoalan-persoalan yang mengoyak rasa persatuan dan kesatuan.
"Saya harap hiruk pikuk ini karena persoalan perbedaan pilihan politik saja, sehingga akan selesai ketika proses kontestasi politik ini berakhir. Jangan korbankan NKRI hanya demi ambisi sesaat,” cetusnya.
Dia mengajak para pemimpin saat ini, para pemimpin sebelumnya serta para politikus dan para pemimpin agama untuk bersama-sama menciptakan keteduhan, sehingga perbedaan yang ada dapat disikapi dengan arif bijaksana, sehingga rakyat menjadi tenang.
Untuk itu dalam Rapat Akbar dan Konsolidasi Kebangsaan ini akan dibahas mengenai persoalan-persoalan kebangsaan dan nasionalisme.
Selain itu juga dibahas mengenai penguatan demokrasi, penegakkan hukum, pemberdayaan lingkungan, penguatan ekonomi dan pendidikan yang berkemajuan.
Rapat Akbar dan Konsolidasi Kebangsaan BEM Nasionalis iniakan dihadiri oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan KeamananWiranto, Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.
Sebanyak 80 perwakilan BEM se-Indonesia akan turut meramaikan kegiatan ini. Panitia menyatakan perserta merupakan perwakilan-perwakilan BEM dari Universitas di Aceh, Medan, Padang, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, NTB, Maluku, Maluku Utara, Surabaya, Semarang, Yogya, Bandung, Tasikmalaya, Bogor dan Jakarta.
Kegiatan bertema Bersatu Membangun Indonesia dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika. akan digelar di Kampus Universitas Jayabaya, Pulo Mas, Jakarta Timur, 22– 23 Desember 2016.
Ketua Panitia Rapat Akbar, Ismail Marassabesy mengatakan, kegiatan ini merupakan momen tepat bagi mahasiswa untuk melakukan refleksi akhir tahun dan konsolidasi gerakan.
"Kita melihat perjalanan bangsa selama satu tahun ke belakang, betapa bangsa ini berjalan terseok-seok karena adanya pandangan sempit anak bangsa yang masih mempersoalkan perbedaan di antara sesama anak bangsa. Padahal perbedaan itu suatu keniscayaan, justru dengan perbedaan itulah bangsa ini mendapatkan anugerah luar biasa,” ujar Ismail Marasabessy dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (22/12/2016).
Segala perbedaan baik suku, agama, ras dan pandangan politik, serta ideologi ini dapat hidup rukun dan saling menghormati karena adanya perekat, yaitu Pancasila.
“Sebagai bangsa yang heterogen, Indonesia harus bersyukur karena disatukan oleh ideologi negara, Pancasila. Kita prihatin kalau sekarang ini justru ada kelompok yang mempersoalkan perbedaan, dan ironisnya itu dengan nada kebencian,” tutur Ismail yang juga Menlu BEM Universitas Jayabaya ini.
Dia mengharapkan ke depan tidak ada lagi persoalan-persoalan yang mengoyak rasa persatuan dan kesatuan.
"Saya harap hiruk pikuk ini karena persoalan perbedaan pilihan politik saja, sehingga akan selesai ketika proses kontestasi politik ini berakhir. Jangan korbankan NKRI hanya demi ambisi sesaat,” cetusnya.
Dia mengajak para pemimpin saat ini, para pemimpin sebelumnya serta para politikus dan para pemimpin agama untuk bersama-sama menciptakan keteduhan, sehingga perbedaan yang ada dapat disikapi dengan arif bijaksana, sehingga rakyat menjadi tenang.
Untuk itu dalam Rapat Akbar dan Konsolidasi Kebangsaan ini akan dibahas mengenai persoalan-persoalan kebangsaan dan nasionalisme.
Selain itu juga dibahas mengenai penguatan demokrasi, penegakkan hukum, pemberdayaan lingkungan, penguatan ekonomi dan pendidikan yang berkemajuan.
Rapat Akbar dan Konsolidasi Kebangsaan BEM Nasionalis iniakan dihadiri oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan KeamananWiranto, Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.
Sebanyak 80 perwakilan BEM se-Indonesia akan turut meramaikan kegiatan ini. Panitia menyatakan perserta merupakan perwakilan-perwakilan BEM dari Universitas di Aceh, Medan, Padang, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, NTB, Maluku, Maluku Utara, Surabaya, Semarang, Yogya, Bandung, Tasikmalaya, Bogor dan Jakarta.
(dam)