Perbedaan Pejabat Negara dengan Pemimpin Parpol Versi Wiranto

Rabu, 14 Desember 2016 - 14:12 WIB
Perbedaan Pejabat Negara...
Perbedaan Pejabat Negara dengan Pemimpin Parpol Versi Wiranto
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, membuka kegiatan evaluasi dan proyeksi akhir tahun Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Dalam sambutannya, Wiranto ‎sempat menyinggung pengalamannya menjadi pejabat negara dan ketua umum partai politik (parpol).

Menurut Wiranto, banyak perbedaan yang dia rasakan saat menjadi pejabat negara dan memimpin parpol. Diakuinya, jika menjadi pejabat banyak 'keuntungannya', yakni dirinya tak khawatir akan terlambat ke suatu tempat karena ada yang mengatur lalu lintas.

Selain itu, saat akan berbicara mengisi kegiatan juga disebutnya sudah ada yang menyiapkan bahan materinya, meski terkadang materi yang dibuatkan tak sejalan dengan keinginannya.

‎"Kalau ketua parpol itu ngatur acara sendiri. Bangun jam berapa diatur sendiri, mau rapat enggak rapat diatur sendiri‎," kata Wiranto di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta, Rabu (14/12/2016).

Beruntung, kata Wiranto, berbekal pengalaman selama 17 tahun pernah menjadi pejabat negara, dirinya mengaku sudah terbiasa untuk mengatur waktu tersebut.

Wiranto berkisah, awal dirinya menjadi pejabat negara ketika ditunjuk sebagai Menhankam Pangab saat pemerintahan Orde Baru (Orba) Soeharto.

Saat menduduki jabatan tersebut, Wiranto mengaku harus berhadapan dengan gelombang aksi demonstrasi mahasiswa yang cukup besar yakni saat reformasi 1998.

Kini kata Wiranto, setelah hampir 17 tahun absen ‎menjadi pejabat negara, dirinya kembali dipercaya mengisi posisi yang sama di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Wiranto ditunjuk Jokowi menjadi Menko Polhukam. Sayangnya baru awal menjabat Menko Polhukam, dirinya harus kembali 'berhadapan' dengan gelombang aksi besar-besaran yakni aksi 411 dan aksi 212.

"Jabatan di mana pun kalau bisa disyukuri dinikmati itu enak dan terasa ringan. Sekarang baru jabat tiga bulan ada demo lagi. Dulu (juga ada) demo besar besaran," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
PKS Dapat Penghargaan...
PKS Dapat Penghargaan Terbaik Capaian Indeks Integritas Partai Politik 2025
Usai Dilantik, Menko...
Usai Dilantik, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Temui Mahfud MD
Djanedjri M Gaffar Diangkat...
Djanedjri M Gaffar Diangkat Jadi Deputi Kesbang Kemenko Polhukam
Masuk Kelompok Ahli...
Masuk Kelompok Ahli Saber Pungli, Zainal Arifin Mochtar Beberkan Tugasnya
Kemenko Polhukam Telusuri...
Kemenko Polhukam Telusuri Dugaan Mafia Tanah di Jakbar
Kemenko Polhukam Gelar...
Kemenko Polhukam Gelar Forum Penyamaan Persepsi RUU Kejaksaan
Berita Terkini
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved