Kepemimpinan yang Kuat Efektif Cegah Perilaku Korupsi

Selasa, 29 November 2016 - 18:18 WIB
Kepemimpinan yang Kuat...
Kepemimpinan yang Kuat Efektif Cegah Perilaku Korupsi
A A A
JAKARTA - Kepemimpinan yang kuat menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam upaya pemberantasan korupsi.

Pemberantasan korupsi tidak hanya membutuhkan pemimpin yang pintar, tapi juga berani melakukan perlawanan terhadap kejahatan tersebut.

Hal itu terungkap dalam diskusi bertema Melawan Korupsi Melalui Pencegahan dan Pengendalian Konflik Kepentingan di Sektor Pendidikan dan Kesehatan di Binus University Jakarta, (29/11/2016).

Adapun narasumber dalam diskusi itu Wali Kota Makassar Mohammd Ramdhan Pomanto dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta, Putra Perdana Ahmad Saifulloh.

Ramdhan mengakui langsung mendapatkan perlawanan saat menjabat Wali Kota Makassar pada 2013. Berdasarkan pengalamannya meminpin Makassar, perlawanan para koruptor dilakukan dengan berbagai hal, bahkan dengan cara-cara yang intimidatif.

“Di awal menjabat, saya dahulu misalnya mengaudit truk sampah. Kalau dihitung mereka seakan mengisi bensin tiap jam dan mengganti oli tiap hari. Lalu kita bereskan hal ini. Namun kemudian ada perlawanan, mereka menumpahkan sampah di jalanan,” ujar pria yang biasa disapa Danny itu saat acara diskusi.

Dia juga melakukan upaya pembenahan di sektor pendidikan. Saat itu dia mendapatkan informasi untuk menduduki jabatan kepala sekolah perlu membayar Rp70 juta.

Tidak hanya itu, dia memiliki data sejumlah sekolah melakukan pungutan dan sejumlah penyimpangan lainnya. Untuk membenahi, dia mencopot banyak kepala sekolah, termasuk di sekolah-sekolah favorit di Makassar.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta, Putra Perdana Ahmad Saifulloh menilai korupsi merupakan kejahatan yang terorganisir sehingga layak masuk kategori extra ordinary crime.

Menurut dia, ada empat indikator yang melekat pada extra ordinary crime, yaitu kejahatan dilakukan dengan teroganisasi dan sistematis, serta menggunakan modus canggih.

“Korupsi juga selalu terkait dengan kekuasaan serta berhubungan dengan nasib orang banyak karena selalu menggunakan dana yang seharusnya bisa memberi manfaat ke banyak orang,” ujar Putra.

Putra mengingatkan semua orang berhati-hati dengan korupsi karena semua orang bisa tersangkut kejahatan ini.
(dam)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved