Keterwakilan Perempuan Minim

Rabu, 16 November 2016 - 08:55 WIB
Keterwakilan Perempuan...
Keterwakilan Perempuan Minim
A A A
JAKARTA - Keterlibatan kaum perempuan dalam lembaga penyelenggara pemilu masih minim. Meski sudah ada tindakan afirmasi terkait keterwakilan melalui Undang-Undang (UU) Nomor 15/2011 tentang Penyelenggara Pemilu, jumlah perempuan yang menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) masih sangat sedikit.

Wakil Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Anna Magret mengatakan, dalam UU Penyelenggara Pemilu diamanatkan keterwakilan perempuan sekurang- kurangnya 30%, baik dalam keanggotaan KPU maupun Bawaslu.

“Di tingkat nasional saat ini hanya 1 perempuan dari 7 anggota KPU dan 1 dari 5 anggota Bawaslu,” kata Anna seperti dikutip dari KORAN SINDO, Rabu (16/11/2016).

Anna mengemukakan, seleksi anggota KPU dan Bawaslu periode 2017-2022, juga tidak banyak perempuan yang mendaftar. Dari 325 yang mendaftar sebagai anggota KPU hanya 95 perempuan, sedangkan untuk Bawaslu dari 239 pendaftar, perempuan hanya 63 orang.

Dia mengatakan Puskapol UI menemukan ada sejumlah kendala yang dihadapi perempuan dalam mendaftar sebagai calon anggota penyelenggara pemilu. Salah satunya terjadi ketidaksetaraan dengan lakilaki dalam proses pendaftaran.

Selain itu, akses informasi juga tidak sama. Hal ini akibat sebaran wilayah tempat tinggal dan ketimpangan infrastruktur. Perempuan umumnya memiliki jejaring lebih terbatas dibandingkan laki-laki.

“Hal ini berkontribusi pada kendala selanjutnya, yakni minimnya pengalaman dan pengetahuan tentang kepemiluan. Terbukti banyak yang tidak paham mengisi formulir pendaftaran,” tandasnya.

Anggota Komisi II DPR Ammy Amalia Fatma Surya mengatakan, penting perempuan terlibat aktif sebagai penyelenggara pemilu. Perempuan membutuhkan wakil untuk menyuarakan hak-hak mereka.

“Efeknya meningkatkan keterwakilan caleg perempuan. Akan ada banyak perempuan yang mau mencalonkan diri dalam kontestasi politik,” ujarnya.
(maf)
Berita Terkait
Fokus Masalah Perempuan...
Fokus Masalah Perempuan dan Anak, Jessica Diapresiasi Banyak Tokoh Dunia
Rakernas KPPI Dorong...
Rakernas KPPI Dorong Kementerian PPPA Jadi Kementerian Koordinator
Siapa Maryam Nawaz?...
Siapa Maryam Nawaz? Politikus Perempuan Pertama yang Menjadi Menteri Utama Punjab di Pakistan
KPPG Sebut Peran Penting...
KPPG Sebut Peran Penting Perempuan dalam Politik Nasional
Politik PKB Memuliakan...
Politik PKB Memuliakan Perempuan
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved