Panglima TNI Beberkan Potensi Ancaman yang Mengintai Indonesia

Jum'at, 11 November 2016 - 17:59 WIB
Panglima TNI Beberkan...
Panglima TNI Beberkan Potensi Ancaman yang Mengintai Indonesia
A A A
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta semua pihak mewaspadai potensi ancaman yang muncul di wilayah perbatasan Indonesia. Menurut analisa Gatot, ada dua wilayah perbatasan yang memiliki potensi ancaman. Keduanya yakni, wilayah Laut China Selatan dan perbatasan Australia di sekitar Pulau Masela.

Gatot mengatakan, Pulau Masela merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang jaraknya hanya 475 Km dari Darwin, Australia. Di blok tersebut, terdapat kekayaan minyak yang luar biasa.

Sementara itu, di Darwin, pihak Australia meningkatkan kekuatan marinirnya dengan mendatangkan personel marinir dari Amerika. "Saat ini ada 1.500 marinir Amerika yang akan ditingkatkan menjadi 2.500. Australia sedang bangun kapal pendarat, ini patut diwaspadai," ujar Gatot di Universitas Trisakti, Jakarta Barat, Jumat (11/11/2016).

Potensi ancaman lain, kata Gatot, berasal dari wilayah Laut Cina Selatan. China saat ini tengah memberlakukan zona pertahanan udara di wilayah itu. Kebijakan itu disebut oleh Gatot dapat menimbulkan konflik negara-negara sekitar.

Tak hanya memberlakukan zona pertahanan udara, China juga memberlakukan zona ekonomi eksklusif di wilayah perairan di sekitar Natuna. "Beberapa waktu lalu ada nelayan China sedang cari ikan dikawal Kapal Penjaga Pantai. Secara tersirat, China menganggap perairan itu bagian dari wilayahnya," kata Gatot.

Selain dari wilayah perbatasan, potensi ancaman juga muncul dari kerja sama pertahanan Five Power Defence Arrangements (PFDA) yang digagas oleh negara-negara persemakmuran Inggris yaitu Ingris, Australia, Singapura, Malaysia, dan New Zealand.

Menurutnya, jumlah kekuatan gabungan PFDA sangatlah besar. Menurut Gatot, kerja sama pertahanan itu patut diwaspadai karena tiga negara PFDA berada sangat dekat dengan Indonesia.

"Makanyq kerja sama militer itu kita sangat berhati-hati. Jangan sampai nanti saat dikasih masuk, mereka seenaknya di sini," tegas Gatot.
(kri)
Berita Terkait
Bakamla Usir Kapal Coast...
Bakamla Usir Kapal Coast Guard China di Laut Natuna Utara
Laksdya TNI Aan Kurnia...
Laksdya TNI Aan Kurnia Keluhkan Minimnya Sarana dan Prasarana Bakamla
KSAL Berkomitmen Tingkatkan...
KSAL Berkomitmen Tingkatkan Kehadiran AL untuk Jaga Kedaulatan Negara
Jaga Kedaulatan Negara,...
Jaga Kedaulatan Negara, Bakamla Tak Gentar Usir Kapal Rusia
Kriteria Ideal dan Tantangan...
Kriteria Ideal dan Tantangan Panglima TNI Mendatang
Kapolri dan KSAL Sepakat...
Kapolri dan KSAL Sepakat Tingkatkan Kerjasama Keamanan Perairan Laut
Berita Terkini
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved