KRI Bima Suci, Kapal Latih Pengganti Dewaruci Diluncurkan

Rabu, 19 Oktober 2016 - 04:52 WIB
KRI Bima Suci, Kapal...
KRI Bima Suci, Kapal Latih Pengganti Dewaruci Diluncurkan
A A A
JAKARTA - KRI Bima Suci, kapal layar latih pengganti Dewaruci resmi diluncurkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu di Galangan Kapal Freire, Spanyol, Senin 17 Oktober 2016, sekitar pukul 14.30 waktu setempat atau pukul 20.30 WIB.

Didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, peluncuran KRI Bima Suci tersebut ditandai dengan pemotongan pita dan penekanan tombol gauk.

Dalam sambutannya, Ryamizard menyampaikan ucapan selamat kepada CEO Freire Shipyard atas terselenggaranya pembangunan Kapal Layar Latih KRI Bima Suci pengganti Dewaruci.

Ryamizard berharap, pengerjaan kapal tersebut bisa diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan. Kapal ini bisa segera dioperasikan untuk mendidik calon-calon perwira TNI AL sebagai Kapal Layar Latih pengganti Dewaruci.

“Dengan kepercayaan yang diberikan, semoga momentum kerja sama antara Indonesia dan Spanyol dapat terus ditingkatkan”, jelas Ryamizard dalam keterangan pers, Selasa(18/10/2016).

Peluncuran KRI Bima Suci tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara Peluncuran Kapal Layar Latih NB705 oleh Komandan Satgas Proyek Pengadaan Kapal Layar Latih Laksamana Pertama TNI Didin Zainal Abidin dan CEO Freire Shipyard ditandai dengan kapal latih masuk ke air (floating).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Edi Sucipto menjelaskan, kapal layar tiang tinggi itu, memiliki panjang 111,20 meter, lebar 13,65 meter, kedalaman draft 5,95 meter dan tinggi maksimal tiang layar 49 meter dari permukaan dek atas.

Kapal kelas Bark tiga tiang itu akan memiliki 26 layar dengan luas keseluruhan layar 3.352 meter persegi. Serta ketinggian dek utamanya 9,20 meter dari permukaan laut.

"Keistimewaan kapal ini terletak pada instrumen navigasi pelayarannya yang lebih canggih, instrumen pemurnian air laut menjadi air tawar, hingga alat komunikasi dan data digitalnya," ujarnya.

Menurut Edi, saat peluncuran KRI Bima Suci, kondisi kapal sudah sampai pada tahap pembangunan badan kapal dan pemasangan mesin. Kemudian akan dilaksanakan pemasangan tiang, berbagai instalasi pendukung dan pemasangan interior serta kelengkapan lainnya.

Pada Mei 2017 mendatang, setelah dilaksanakan sea trial dan pembangunan dinyatakan selesai, selanjutnya akan dilaksanakan penyerahan kapal.

"Direncanakan kapal yang akan diberi nama KRI Bima Suci ini, akan tiba di Tanah Air pada Juli 2017 yang akan datang," katanya.

Kapal layar tiang tinggi baru TNI AL yang menggantikan KRI Dewaruci yang telah beroperasi sejak 1953, rencananya akan ditempatkan di dermaga tersendiri di dalam lingkungan Markas Komando Armada Kawasan Timur TNI AL, di Surabaya.
(maf)
Berita Terkait
Tenggelam di Mamberamo...
Tenggelam di Mamberamo Raya Papua, Penumpang Dievakuasi
Resmi Sertijab, Posisi...
Resmi Sertijab, Posisi Wagub AAL Kini Dijabat Laksma TNI Arif Badrudin
Laksamana Malahayati...
Laksamana Malahayati Menginspirasi TNI Angkatan Laut
3 Jenderal TNI AU yang...
3 Jenderal TNI AU yang Pernah Menjabat Sebagai Panglima TNI, Terakhir KSAU Pertama di Indonesia
Peringatan HUT ke-79...
Peringatan HUT ke-79 TNI Angkatan Laut
5 Negara Asia dengan...
5 Negara Asia dengan Angkatan Laut Terkuat, Indonesia Patut Bangga
Berita Terkini
Menhut Ngaku Sempat...
Menhut Ngaku Sempat Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing: Sudah Dikembalikan 17 Hari sebelum OTT
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Tiba di KPK usai Kena OTT
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
3 Pejabat Bea Cukai...
3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar Terkait Kasus Impor Barang
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved