KY Sebut Laporan Kasus Korupsi Melonjak Signifikan
Rabu, 14 September 2016 - 15:54 WIB
KY Sebut Laporan Kasus Korupsi Melonjak Signifikan
A
A
A
JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) menyatakan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) merupakan jenis perkara yang melonjak secara signifikan.
"Yang menarik adalah jenis perkara Tipikor. Meski hanya berjumlah 7% dari total laporan masyarakat yang masuk, tetapi jumlah laporan mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun lalu," kata Juru Bicara KY, Farid Wajdi, di Kantor KY, Jalan Kramat Raya, Jakarta pusat, Rabu (14/9/2016).
Farid menjelaskan, pada periode Januari hingga 31 Agustus 2015, rekapitulasi penerimaan perkara Tipikor yang dilaporkan hanya berjumlah 17 laporan. Sementara lanjut dia, di periode Januari sampai dengan 31 Agustus 2016 berjumlah 74 laporan.
Dia memaparkan, dari rincian laporan tersebut berasal dari pelapor perorangan 60,8%, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) 29,7%, dari informasi masuk 5,4% dan penghubung 4%.
"Sementara apabila dilihat dari lokasi aduan. Daerah kepulauan Riau yang lonjakannya terlihat sangat tinggi. Pada periode Januari sampai 31 Agustus 2015, Kepulauan Riau hanya ada di urutan 25 dengan jumlah laporan sebanyak delapan laporan. Dan sekarang Kepulauan Riau berada di posisi 10 dengan jumlah laporan 27 laporan," tandas Farid.
"Yang menarik adalah jenis perkara Tipikor. Meski hanya berjumlah 7% dari total laporan masyarakat yang masuk, tetapi jumlah laporan mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun lalu," kata Juru Bicara KY, Farid Wajdi, di Kantor KY, Jalan Kramat Raya, Jakarta pusat, Rabu (14/9/2016).
Farid menjelaskan, pada periode Januari hingga 31 Agustus 2015, rekapitulasi penerimaan perkara Tipikor yang dilaporkan hanya berjumlah 17 laporan. Sementara lanjut dia, di periode Januari sampai dengan 31 Agustus 2016 berjumlah 74 laporan.
Dia memaparkan, dari rincian laporan tersebut berasal dari pelapor perorangan 60,8%, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) 29,7%, dari informasi masuk 5,4% dan penghubung 4%.
"Sementara apabila dilihat dari lokasi aduan. Daerah kepulauan Riau yang lonjakannya terlihat sangat tinggi. Pada periode Januari sampai 31 Agustus 2015, Kepulauan Riau hanya ada di urutan 25 dengan jumlah laporan sebanyak delapan laporan. Dan sekarang Kepulauan Riau berada di posisi 10 dengan jumlah laporan 27 laporan," tandas Farid.
(maf)