Respons Publik Atas Penunjukan Budi Gunawan Kepala BIN
Jum'at, 02 September 2016 - 18:28 WIB
Respons Publik Atas Penunjukan Budi Gunawan Kepala BIN
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah aktivis mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta dan Gerakan BEM Jabodetabek mendukung keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Sikap dukungan ini disampaikan langsung di depan Kompleks Istana Kepresidenan. Mereka menilai Budi Gunawan sosok yang tepat untuk memimpin BIN ke depan.
"BG (Budi Gunawan-red) memiliki pengalaman panjang dalam dunia kepolisian, jaringan luas, kapasitas dan integritas yang mumpuni diharapkan mampu menjadikan BIN berperan maksimal," ujar perwakilan mahasiswa, Randi Ohoinaung di depan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/9/2016).
Menurutnya, Budi Gunawan memiliki kepemimpinan yang mampu menyesuaikan dengan kondisi kekinian. Budi Gunawan juga dianggap memiliki paradigma dan konsep baru bahwa BIN adalah institusi sipil garda terdepan untuk menjaga pertahanan dan keamanan negara. (Baca: Pendapat Ahli Hukum Tata Negara, Budi Gunawan Ditunjuk Kepala BIN)
"Dunia intelijen di era demokrasi dan keterbukaan serta derasnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi," ucapnya.
Sikap dukungan ini disampaikan langsung di depan Kompleks Istana Kepresidenan. Mereka menilai Budi Gunawan sosok yang tepat untuk memimpin BIN ke depan.
"BG (Budi Gunawan-red) memiliki pengalaman panjang dalam dunia kepolisian, jaringan luas, kapasitas dan integritas yang mumpuni diharapkan mampu menjadikan BIN berperan maksimal," ujar perwakilan mahasiswa, Randi Ohoinaung di depan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/9/2016).
Menurutnya, Budi Gunawan memiliki kepemimpinan yang mampu menyesuaikan dengan kondisi kekinian. Budi Gunawan juga dianggap memiliki paradigma dan konsep baru bahwa BIN adalah institusi sipil garda terdepan untuk menjaga pertahanan dan keamanan negara. (Baca: Pendapat Ahli Hukum Tata Negara, Budi Gunawan Ditunjuk Kepala BIN)
"Dunia intelijen di era demokrasi dan keterbukaan serta derasnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi," ucapnya.
(kur)