Ini Asal Muasal Tokoh Mukidi

Minggu, 28 Agustus 2016 - 02:16 WIB
Ini Asal Muasal Tokoh...
Ini Asal Muasal Tokoh Mukidi
A A A
BEKASI - Nama Mukidi belakangan nama ini mendadak terkenal dan jadi viral di sejumlah media sosial. Nama khas Jawa itu sangat erat dengan gaya polos dalam setiap joke atau lawakan yang disebar di media sosial.

Jika belum pernah mengenal apa itu lawakan Mukidi? Siapa itu Mukidi dan bagaiman saat ini bisa terkenal, sebaiknya baca kisah lucu berikut.

Alkisah, Mukidi dari Kampung halamannya di Cilacap, Jawa Tengah ingin kembali ke Jakarta. Ia pergi ke Ibu kota menggunakan bus malam. Sama- sama kita ketahui sopir bus malam itu selalu memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Singkat cerita, bus yang ditumpangi Mukidi memasuki Tol Cikampek.

Hampir seluruh penumpang bus tertidur kecuali si Mukidi. Saat sedang mengebut, sang sopir mengerem mendadak tanpa sebab. Brakk! Para penumpang terbangun kaget dan mendapati kepala mereka berdarah karena tersentak kursi penumpang lain.

Namun, keanehan terjadi pada penumpang yang duduk di sebelah persis Mukidi. Wanita itu terlihat mengeluarkan darah dari lubang hidung secara terus menerus. Penasaran, Mukidi pun langsung bertanya kepada ibu tersebut.

Mukidi: Bu, saya mau tanya. Ini kan penumpang lain kepalanya ya yang berdarah. Lantas kenapa ibu malah hidungnya yang berdarah saat sopir rem mendadak tadi?

Ibu: Ya mas, karena sewaktu tidur tadi saya masih keasyikan ngupil

Kutipan cerita Mukidi di atas merupakan satu dari ribuan karya buatan Soetantyo Moechlas. Pria yang kini berumur 62 tahun itulah ternyata pembuat karakter lucu Mukidi.

Sindonews mencoba mencari letak kediaman Soetantyo atau yang akrab disapa Yoyo. Yoyo beserta istri dan anaknya tinggal di Jalan Pembangunan I No I, Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pensiunan sebuah perusahaan asal Jerman itu langsung menyambut dengan ramah.

Menggunakan topi pelukis atau flatcap dan berbusana kasual, Yoyo pun membagi kisah dirinya saat memulai membuat lawakan dengan karakter Mukidi.

"Jadi tokoh Mukidi itu sudah ada sekitar tahun 2.000-an. Itu awalnya saya terinspirasi dengan tokoh Mukidi dari acara di Radio Prambors Warkop DKI pada tahun 1976. Dahulu pemerannya Nanu Mulyono. Apa-apa Mukidi. Mukidi nama Jawa banget. Nama Mukidi itu simple, cepat dihafal dan melekat," kata Yoyo kepada Sindonews, di kediamannya, Sabtu 27 Agustus 2016.

Semenjak itu, pria lulusan Sekolah Kimia Tunas Bangsa, Jakarta ini langsung terinspirasi mebuat sebuah lawakan segar dan singkat tanpa gambar. Mukidi, lanjut Yoyo digambarkan tokoh polos yang sok tahu. Mukidi memiliki sahabat karib bernama Wakijan.

Dalam karakter itu, Mukidi memiliki istri bernama Markonah. Hasil pernikahan Mukidi memiliki dua orang anak bernama Mukiran dan Mikirin.Yoyo pun terus menulis tentang Mukidi. Ia aktif membuat cerita humor Mukidi di Milis Ida Krishnashow di Prambors FM.

"Akhirnya saya buat bahan ice breaking (pencair suasana) saat menjadi trainer di tempat kerja. Saya juga masukan cerita Mukidi dalam majalah internal kantor," lanjutnya.

Karya pertamanya sebuah buku berjudul Laskar Pelawak 1, Balada Mukidi dan Wakijan. Buku tersebut pun laris manis terjual. Yoyo mengaku, buku tersebut murni merupakan karya sendiri tanpa ada campur tangan pihak lain.

"Buku saya itu yang nulis ya saya, saya yang edit, saya yang nyetak saya juga yang nerbitin. Sampai buku ketiga saya juga seperti itu," katanya.

Setelah itu, sekira tahun 2012, teman Yoyo membuatkan sebuah blog yang bisa diisi cerita humor Mukidi dengan alamat www.ceritamukidi.wordpress.com. Ia pun akhirnya membuat akun facebook sama dengan namanya Soetantyo Moechlas. Setiap hari ia posting cerita-cerita terbaru Mukidi. Bahkan per harinya ada 300 orang yang add akun facebook Yoyo.
(mhd)
Berita Terkait
Peran IT dan Media Sosial...
Peran IT dan Media Sosial di Bidang Hukum di Mata Advokat Senior Stefanus Gunawan
Pemerintah Indonesia...
Pemerintah Indonesia Kaji Aturan Batas Usia Medsos, Bye-Bye TikTok untuk Anak di Bawah Umur?
Australia Bakal Melarang...
Australia Bakal Melarang Anak di Bawah Umur dari Media Sosial: Minimal 16 Tahun!
Maksimalkan Beragam...
Maksimalkan Beragam Fitur Sosmed, Brand Mahasiswa ini Tembus Negeri Tetangga
Hadirkan Teknologi Inovatif...
Hadirkan Teknologi Inovatif untuk Pelanggan, Blibli Bersaing secara Global
Teknologi Machine Learning...
Teknologi Machine Learning Bikin Aman dan Nyaman Bersosial Media
Berita Terkini
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Lulusan Ikut Magang Bareng Seskab Teddy
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved