Parliamentary Threshold Terlalu Besar Bisa Ganggu Demokrasi

Sabtu, 27 Agustus 2016 - 17:23 WIB
Parliamentary Threshold...
Parliamentary Threshold Terlalu Besar Bisa Ganggu Demokrasi
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie‎ ‎menilai, ambang batas parlemen atau parliamentary threshold‎ yang terlalu besar dapat mengganggu demokrasi atau menghambat kebebasan masyarakat berserikat dan berkumpul.

Namun, jika ambang batas parlemen itu terlalu kecil diyakininya tidak membuat orang tobat membentuk partai politik (parpol). ‎Menurutnya, orang Indonesia terlalu plural atau beragam.

"Sehingga dibuat threshold‎ kayak apapun, orang tetap bikin lagi partai, tidak taubat, jadi kalau tujuannya menyederhanakan jumlah partai, threshold itu bukan kebijakan efektif, mengingat jumlahnya," ujar Jimly di Gedung Manggala Wanabhakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, Sabtu (27/8/2016).

Dia menjelaskan, tujuan ambang batas parlemen hanya untuk kelembagaan parpol, agar parpol‎ makin profesional. "Jadi saya tetap setuju ada threshold, cuma threshold ini kalau terlalu besar mengganggu demokrasi," tutur pakar hukum tata negara ini.

Maka itu sambung dia, ambang batas parlemen itu tidak perlu terlalu besar. Dan niatnya bukan untuk penyederhanaan jumlah parpol‎ jika ingin dinaikkan. Menurutnya, restrukturisasi parlemen yang mampu menyederhanakan jumlah parpol.

"Parlemennya dibuat dua barisan, pemerintahan dan nonpemerintahan," pungkas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.
(maf)
Berita Terkait
Partai Masyumi Resmi...
Partai Masyumi Resmi Kembali Dideklarasikan Dalam HUT ke-73
Suharso Monoarfa Terpilih...
Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketua Umum PPP Secara Aklamasi
Demokrasi Masih Gamang,...
Demokrasi Masih Gamang, Parpol Jangan Diam Saja
Demokrat Hormati Keputusan...
Demokrat Hormati Keputusan Ferdinand Hutahaean Hengkang dari Partai
Belajar dari 2019, Faktor...
Belajar dari 2019, Faktor Fundamental UU Pemilu Perlu Direvisi
Manik Marganamahendra...
Manik Marganamahendra Harap Partai Perindo Terlibat Susun Revisi UU Pemilu
Berita Terkini
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
PSHKP Resmi Diluncurkan,...
PSHKP Resmi Diluncurkan, Siap Perkuat Tata Kelola Hukum dan Keuangan Publik
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved