Farhat Abbas Sebut Pemerintah Permainkan Nasib Terpidana Mati

Jum'at, 29 Juli 2016 - 19:05 WIB
Farhat Abbas Sebut Pemerintah...
Farhat Abbas Sebut Pemerintah Permainkan Nasib Terpidana Mati
A A A
JAKARTA - Pemerintah dinilai telah mempermainkan nasib para terpidana mati yang selama ini telah menjalani hukuman di penjara.

Pernyataan itu disampaikan Farhat Abbas, kuasa hukum Seck Osmane, salah satu terpidana mati yang telah dieksekusi di Nusakambangan, Cilacap pada Jumat (29/7/2016) dini hari.

Menurut dia, pemerintah tidak sepantasnya memperlakuan para terpidana seperti itu. Seharusnya, kata dia, kejaksaan bisa melihat secara cermat proses hukum para terpidana.

"Jangan dibuat orang kayak dipermainkan. Mereka harus mengalami menjalani dua kali masa hukuman, hukuman penjara badan berbelas-belas tahun dan hukuman mati dengan cara-cara yang tidak manusiawi," ujar Farhat di Rumah Sakit Saint Carolus di Jakarta Pusat, Jumat (29/7/2016).

Sebelum pelaksanaan eksekusi, Farhat mengaku sempat Kejaksaan Agung. Kedatangannya untuk mengajukan grasi bagi Seck Osmane. (Baca juga: Farhat Abbas Minta Jokowi Ampuni Terpidana Mati Asal Senegal)

Di sana Farhat menmgaku bertemu Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Adi Togarisman berdiskusi mengenai aturan tafsir tentang grasi bagi terpidana.

Menurut dia, setiap terpidana berhak untuk mengajukan grasi kepada presiden. "Orang yang masih hidup tidak boleh dibunuh hanya gara-gara ingin cepat-cepat dieksekusi sebelum mereka mendapat keputusan ditolak ataupun diterima oleh Presiden Republik Indonesia," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Mantan Panglima Militer...
Mantan Panglima Militer Israel Sebut Netanyahu Musuh Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved