Jangan Sepenuhnya Salahkan Dokter dan RS Terkait Vaksin Palsu

Senin, 18 Juli 2016 - 15:33 WIB
Jangan Sepenuhnya Salahkan...
Jangan Sepenuhnya Salahkan Dokter dan RS Terkait Vaksin Palsu
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengimbau pemerintah jangan langsung menyalahkan dokter dan rumah sakit (rs) terkait penyebaran vaksin palsu. Karena menurut Fahri, pihak RS dan para dokter juga merupakan korban.

"Mereka juga korban karena pemerintah tidak mengawasi dengan cermat peredaran vaksin palsu. Mereka itu konsumen juga, karena disuplai melalui jalur resmi," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/7/2016).

Dia mengatakan, pemerintah justru perlu melakukan investigasi agar mengetahui proses masuknya vaksin palsu itu ke dalam sistem distribusi resmi yang kabarnya dikuasai oleh hanya satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Setelah diimpor, diproduksi lalu diverifikasi oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Kemudian didistribusikan melalui ketentuan Kemenkes (Kementerian Kesehatan) dan jajarannya (dinkes). Menuntut rumah sakit bukan pekerjaan mudah," ucap Fahri.

"Kecuali terbukti bahwa secara institusi rumah sakit itu memang terlibat sebagai bagian dari jaringan pengedaran vaksin palsu. Jangan korbankan perawat, dokter, klinik dan rumah sakit, karena dalam jalur peredaran obat atau vaksin, keempat unsur ini adalah user," jelasnya.

Fahri menyampaikan, sejauh ini belum ada prosedur standar pengujian asli atau tidaknya obat vaksin yang dapat dilakukan oleh user. Menurutnya, dalam peredaran vaksin palsu, produsen, distributor dan penjual yang seharusnya ditelusuri dan diusut.

Karena itu dia mengimbau kepada pemerintah agar menghargai proses hukum. Sehingga jangan ada kesan main hakim sendiri. Keputusan pemerintah mengumumkan secara luas nama-nama pengguna vaksin palsu di media massa, patut disayangkan.

"Masyarakat yang panik dan tidak paham harus bertindak apa, akhirnya main hakim sendiri. Beberapa dokter dan rumah sakit mendapat ancaman fisik," jelasnya.
(maf)
Berita Terkait
Waspada, Kriminalitas...
Waspada, Kriminalitas Intai Pesepeda
Kriminalitas Jalanan...
Kriminalitas Jalanan Picu Ketakutan Masyarakat
Saatnya Deteksi Dini...
Saatnya Deteksi Dini Kriminalitas Remaja
Pandemi Membuat Anomali...
Pandemi Membuat Anomali Kriminalitas Jelang Ramadan
Waspada Penipuan, Kriminalitas...
Waspada Penipuan, Kriminalitas Digital Terus Mengintai
Jangan Acuhkan Potensi...
Jangan Acuhkan Potensi Kasus Kriminalitas Jalanan
Berita Terkini
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Infografis
Jangan Tertipu, Berikut...
Jangan Tertipu, Berikut Cara Membedakan Daging Sapi dan Babi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved