Jaksa Agung Turki Hormati Hukum RI Terkait Eksekusi Mati

Selasa, 24 Mei 2016 - 14:19 WIB
Jaksa Agung Turki Hormati...
Jaksa Agung Turki Hormati Hukum RI Terkait Eksekusi Mati
A A A
JAKARTA - Pelaksanaan eksekusi mati jilid III kian kencang terdengar, namun hingga saat ini pemerintah tidak kunjung transparan mengenai proses dan pelaksanaannya.

Sikap tidak transparan tersebut menimbulkan spekulasi dari berbagai kalangan yang menyebut Pemerintah Indonesia terlalu berhati-hati, lantaran menghindari kecaman dari beberapa negara yang menolak pemberlakuan hukuman mati bagi terpidana narkoba.

Hal tersebut ditanggapi berbeda oleh Jaksa Agung Turki Halil Yilmaz yang mendukung penuh pelaksanaan eksekusi mati bagi terpidana narkoba.

"Kami menghormati sistem hukum di tiap negara, di mana masing-masing negara memiliki hukuman yang dikeluarkan oleh majelisnya, begitu juga dengan kami," kata Halil Yilmaz di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Halil menjelaskan, sebelumnya Turki juga sempat memberlakukan hukuman mati seperti di Indonesia namun sejak 16 tahun yang lalu sudah tidak diberlakukan kembali.

"Sekitar 16 tahun lalu terakhir kami memiliki eksekusi mati juga. Tapi sekarang sudah kami angkat (hapus)," ucap Halil Yilmaz.
(maf)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Diborgol, Boyamin Saiman: Kejaksaan Agung Ceroboh
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved