Penambahan Komisi di DPR Dianggap Tidak Tepat

Senin, 23 Mei 2016 - 10:49 WIB
Penambahan Komisi di...
Penambahan Komisi di DPR Dianggap Tidak Tepat
A A A
JAKARTA - Wacana penambahan komisi ‎di DPR dianggap tidak tepat. ‎Sebab pemerintah ingin melakukan perampingan birokrasi.

Sekretaris Fraksi Partai Hanura di DPR Dadang Rusdiana‎ mengatakan, organisasi yang fleksibel dan efisien dalam mengambil keputusan dibutuhkan.

"Tentunya DPR sebagai mitra pemerintah harus memiliki semangat yang sama," ‎kata Dadang Rusdiana saat dihubungi wartawan, Senin (23/5/2016).

Lebih lanjut dia mengatakan, ‎jumlah pimpinan komisi beserta unsur penunjang keuangan lainnya akan otomatis bertambah jika jumlah komisi di DPR ditambah.

"Selain itu tentu penambahan komisi akan dikesankan oleh publik sebagai bagi-bagi kekuasaan antarelite, dan tentu citra DPR tidak akan semakin baik‎. Jadi dari berbagai hal penambahan jumlah komisi tidak terlalu banyak manfaatnya," pungkasnya.

Diketahui, wacana penambahan komisi di DPR dilontarkan‎ Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria kemarin. Karena jumlah komisi di DPR yang ada dirasa masih kurang.

Riza pun mencontohkan di Komisi II DPR yang membawahi 14 kementerian dan lembaga. Dalam satu tahun, tentu pertemuan sangat terbatas.
(maf)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
Berita Terkini
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved