Datangi Istana, Aktivis LSM Tolak Eksekusi Terpidana Mati

Senin, 16 Mei 2016 - 14:11 WIB
Datangi Istana, Aktivis...
Datangi Istana, Aktivis LSM Tolak Eksekusi Terpidana Mati
A A A
JAKARTA - Sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendatangi Gedung Istana Merdeka, Jakarta.

Kehadiran mereka untuk bertemu jajaran Kantor Staf Kepresidenan dan menyatakan menolak rencana hukuman mati gelombang tiga oleh pemerintah. "Koalisi meminta pemerintah menghentikan langkah eksekusi mati karena beberapa alasan," kata Direktur Imparsial, Al Araf di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/5/2016).

Salah satu alasan mereka menolak hukuman mati karena peradilan di Indonesia masih korup atau rawan penyimpangan. Mereka khawatir hukuman itu salah diterapkan kepada seseorang. "Sementara hukuman mati kalau sudah dieksekusi tidak bisa dikoreksi," katanya.

Selain itu, koalisi melihat fakta terhukum mati yang dinilai mengalami proses "unfair trial" seperti yang dialami Zulfikar Ali, warga negara Pakistan dan terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso.

Fakta lain, proses hukuman mati yang diterapkan pemerintah selama ini dianggap tak memiliki korelasi terhadap angka penurunan terhadap kejahatan narkoba. Al Araf menilai eksekusi mati tidak membuat efek jera bagi pelaku.

"Ini menunjukkan eksekusi mati tidak efektif sehingga pemerintah harus mengevaluasi, sebenarnya bukan hukuman mati jawaban dalam upaya menurunkan angka kejahatan," ungkapnya.

Hal lain yang menjadi penekanan sejumlah LSM untuk menolak hukuman mati adalah soal penerapan demokrasi yang beradab. Al Araf menilai, fungsi hukuman di Indonesia mestinya digunakan sebagai koreksi sosial, bukan sarana balas dendam. "Sehingga dia (hukuman) harus diletakkan dalam filosofi yang tepat," tandasnya.

Selain Imparsial, turut bergabung dalam koalisi LSM antihukuman mati seperti Kontras, YLBHI, Elsam, LBH Pers, LBH Masyarakat, PBHI dan LSM lainnya.
(dam)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved