HNW Tak Setuju Predator Anak Dikenai Sanksi Anunya Dipotong

Selasa, 10 Mei 2016 - 13:34 WIB
HNW Tak Setuju Predator...
HNW Tak Setuju Predator Anak Dikenai Sanksi Anunya Dipotong
A A A
JAKARTA - Maraknya kasus kekerasan terhadap anak, hingga kasus pemerkosaan, membuat publik tercengang. Pasalnya kasus pemerkosaan seperti yang menimpa Yuyun (14) dilakukan oleh 14 pria sebagai pelakunya.

Fenomena ini memunculkan wacana agar para pelaku dikenai hukuman kebiri atau dipotong alat kelaminnya. Tentu dengan mendorong pemerintah agar mengeluarkan aturan sejenis Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu)

Namun Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) ‎tidak setuju dengan rencana pemerintah mengeluarkan Perppu mengenai hukuman kebiri tersebut.

‎"Kalau kebiri dikeluarkan hanya berikan isyarat bahwa pemerintah hanya ingin berikan hukuman yang lebih berat," kata HNW di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Dia berpendapat, Indonesia terkesan darurat Perppu jika Perppu kebiri itu dikeluarkan. HNW lebih sepakat Undang-undang (UU)‎ Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak direvisi.

Sebab menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, hukuman bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak di UU itu dianggap belum maksimal.

"Mestinya kalau pemerintah serius ini masalah darurat mari revisi secepat-cepatnya, ini bisa kok. Ini lebih tepat, bukan Perppu kebiri, tapi revisi Undang-undang perlindungan anak," tuturnya.

HNW menuturkan, hal yang mendorong pelaku kejahatan seksual terhadap anak terkadang minuman keras. "Jadi penyelesaiannya bukan kebiri. Hukum harus lihat detailnya. Jadi lebih penting revisi," ucapnya.
(maf)
Berita Terkait
Waspada, Kriminalitas...
Waspada, Kriminalitas Intai Pesepeda
Kriminalitas Jalanan...
Kriminalitas Jalanan Picu Ketakutan Masyarakat
Saatnya Deteksi Dini...
Saatnya Deteksi Dini Kriminalitas Remaja
Pandemi Membuat Anomali...
Pandemi Membuat Anomali Kriminalitas Jelang Ramadan
Waspada Penipuan, Kriminalitas...
Waspada Penipuan, Kriminalitas Digital Terus Mengintai
Jangan Acuhkan Potensi...
Jangan Acuhkan Potensi Kasus Kriminalitas Jalanan
Berita Terkini
Penampakan Alphard yang...
Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved