DPR Bentuk Tim Kaji Nasib Fahri Hamzah
Senin, 25 April 2016 - 14:21 WIB
DPR Bentuk Tim Kaji Nasib Fahri Hamzah
A
A
A
JAKARTA - Pimpinan DPR membentuk tim untuk mengkaji surat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tentang pergantian jabatan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
Adapun yang akan dikaji tim adalah pemecatan Fahri dari PKS yang berimbas kepada keanggotaan di DPR serta pergantian kursi Wakil Ketua DPR dari Fahri ke Ledia Hanifa Amaliah.
Pembentukan tim itu merupakan hasil rapat pemimpin (Rapim) DPR hari ini. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menjelaskan, tim bekerja selama tiga minggu. Setelah tiga minggu, hasil kajian tim di bawa ke rapat pimpinan DPR berikutnya.
"Kita (anggoa DPR) pasti akan sibuk reses yang akan ke dapil (daerah pemilihan) masing-masing, mudah-mudahan pada masa sidang akan datang kita akan dengarkan laporan dari Biro Tim Kajian Hukum terhadap persoalan-persoalan yang diajukan, persoalan PAW (pergantian antarwaktu) setidaknya ada dua, pemberhentian dan sebagainya," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/4/2016).
Dia mengungkapkan, Fahri ikut dalam rapim yang digelar tadi. Kendati demikian, dia menjamin tidak ada konflik kepentingan.
Terkait alasan pembentukan tim, Fadli mengungkapkan agar keputusan pemimpin DPR nantinya lebih kuat dan tidak menyalahi aturan.
Adapun yang akan dikaji tim adalah pemecatan Fahri dari PKS yang berimbas kepada keanggotaan di DPR serta pergantian kursi Wakil Ketua DPR dari Fahri ke Ledia Hanifa Amaliah.
Pembentukan tim itu merupakan hasil rapat pemimpin (Rapim) DPR hari ini. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menjelaskan, tim bekerja selama tiga minggu. Setelah tiga minggu, hasil kajian tim di bawa ke rapat pimpinan DPR berikutnya.
"Kita (anggoa DPR) pasti akan sibuk reses yang akan ke dapil (daerah pemilihan) masing-masing, mudah-mudahan pada masa sidang akan datang kita akan dengarkan laporan dari Biro Tim Kajian Hukum terhadap persoalan-persoalan yang diajukan, persoalan PAW (pergantian antarwaktu) setidaknya ada dua, pemberhentian dan sebagainya," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/4/2016).
Dia mengungkapkan, Fahri ikut dalam rapim yang digelar tadi. Kendati demikian, dia menjamin tidak ada konflik kepentingan.
Terkait alasan pembentukan tim, Fadli mengungkapkan agar keputusan pemimpin DPR nantinya lebih kuat dan tidak menyalahi aturan.
(dam)