Soal Perombakan Fraksi, Mahfudz Sindir Gaya Kepemimpinan Elite PKS

Selasa, 12 April 2016 - 20:21 WIB
Soal Perombakan Fraksi,...
Soal Perombakan Fraksi, Mahfudz Sindir Gaya Kepemimpinan Elite PKS
A A A
JAKARTA - Perombakan total pimpinan dan keanggotaan komisi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dari Fraksi PKS dinilai sebagai tindakan yang sepihak. Pasalnya, pimpinan fraksi dan anggota tidak dilibatkan oleh DPP PKS sebelum diputuskan untuk dirotasi.

"Rotasi anggota fraksi di AKD itu hal biasa. Yang tidak biasa kali ini ada proses pengambilan keputusannya yang top-down dari DPP tanpa melibatkan pimpinan fraksi. Ini mungkin gaya kepemimpinan baru DPP PKS," ujar Anggota Fraksi PKS Mahfudz Siddiq kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Mahfudz berpandangan, semakin dewasanya umur politik PKS seharusnya semakin terbuka dalam proses pengambilan keputusannya. Karena, lanjutnya, Nabi Muhammad SAW saja selalu meminta pendapat dan masukan dari para sahabatnya dalam proses pengambilan keputusan.

"Kan repot kalau searah prosesnya tapi diikat dengan harus taat dan patuh," kata mantan Ketua Komisi I DPR itu.

Mahfudz menjelaskan, dalam rapat pleno fraksi di DPP PKS kemarin, terungkap bahwa pimpinan fraksi tidak dilibatkan sama sekali dalam proses perubahan yang diumumkan itu. Menurutnya, ini bukan kebiasaan yang semestinya di PKS.

"Saya diberi tahu ketua fraksi sebelum keputusan dibacakan. Saya hargai itu," sesalnya.

Karena itu, lanjut Mahfudz, usai pengumuman perombakan fraksi kemarin banyak anggota Fraksi PKS yang meminta agar dilakukan audiensi antara fraksi dengan DPP PKS guna mendapatkan penjelaskan mengenai proses pengambilan keputusan dalam perombakan fraksi tersebut.

"Orang bisa melihat dengan pergantian ini orang luar bisa melihat bagaimana mekanisme. Kalau pengelolaan partai tertutup, akan berdampak buruk," ujarnya.

Selain itu, Mahfudz juga mempertanyakan pemecatan Fahri sementara Luthfi Hasan Ishaq (LHI) yang melakukan korupsi dan terbukti melakukan tindak pidana bahkan sekarang dipenjara tidak dipecat. Sementara Fahri yang tidak melakukan apa-apa justru dipecat.

"Kalau pertanyaan sih enggak pernah putus-putus, cuma yang berwenang memberikan jawaban ya DPP. Karena pertanyaan masih muncul, artinya belum ada jawaban," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Daftar Lengkap Susunan...
Daftar Lengkap Susunan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah PKS Periode 2025-2030
Ketua Majelis Syura...
Ketua Majelis Syura PKS Periode 2025-2030 Ditentukan Pekan Ini
Profil Singkat 3 Kader...
Profil Singkat 3 Kader PKS yang Berpeluang Ramaikan Pilpres 2024
Anis Buka-bukaan soal...
Anis Buka-bukaan soal Misi Besar PKS
PKS Nilai Survei Kepercayaan...
PKS Nilai Survei Kepercayaan Publik ke Pemerintah Menurun Harus Jadi Alarm
Berita Terkini
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Infografis
Raja YordaniaTolak Gagasan...
Raja YordaniaTolak Gagasan Trump soal Pencaplokan Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved