Tak Peduli Kemenangan Romi, Kubu Djan Tetap Tunggu Proses Hukum

Senin, 11 April 2016 - 06:09 WIB
Tak Peduli Kemenangan...
Tak Peduli Kemenangan Romi, Kubu Djan Tetap Tunggu Proses Hukum
A A A
JAKARTA - DPP PPP hasil Muktamar Jakarta yang dipimpin oleh Djan Faridz tetap teguh menunggu proses hukum yang tengah berlangsung dan tidak memerdulikan kemenangan M Romahurmuziy (Romi) yang secara aklamasi dipilih sebagai Ketua Umum DPP PPP dalam Muktamar Islah yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

"Itu sih sama aja kaya hasil Muktamar Surabaya, di Surabaya kan Romi jadi Ketua Umum juga. Sama aja kaya sebelumnya, dapat SK Menkumham terus dicabut lagi," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP hasil Muktamar Jakarta Achmad Dimyati Natakusumah kepada SINDO, Minggu (10/4/2016) malam.

Dimyati menegaskan, hasil Muktamar Islah yang memilih Romi sebagai Ketum secara aklamasi tidak akan mengubah posisi kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar Jakarta yang dimenangkan oleh putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 601.

"Jadi, DPP PPP dan Kantor DPP ya tetep Pak Djan Faridz," tegasnya.

Selain itu, Dimyati meminta kepada pihak Romi untuk menghargai proses hukum yang tengah berlangsung. Karena, Romi sendiri yang mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan MA Nomor 601 yang memenangkan PPP hasil Muktamar Jakarta.

"Kita tunggu saja proses hukumnya, kalau menang ya Surabaya menang, kalau kalah menguatkan Jakarta yang sah," katanya.

Karena itu, lanjut Dimyati, proses hukum itu harus dihargai oleh semua pihak. Dirinya enggan mengakui DPP PPP yang dipimpin oleh Romi karena pemahamannya jelas harus sesuai dengan hukum yang ada.

"Kan proses hukum tidak bisa distop jadi upaya hukum yang dilakukan Romi harus jalan," imbuhnya.

Lebih dari itu, dia menambahkan, kalaupun Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menghadiri Muktamar tersebut, hal itu sebagai penghormatan pemerintah kepada PPP.

"Ya bagus itu, menghormati namanya. Tapi tetap ada upaya hukum," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved