Wacana DPR Bangun Gedung Perpustakaan Dinilai Cuma Akal-akalan
Jum'at, 25 Maret 2016 - 21:33 WIB
Wacana DPR Bangun Gedung Perpustakaan Dinilai Cuma Akal-akalan
A
A
A
JAKARTA - Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, rencana pembangunan perpustakaan di DPR dinilai 'modus' baru para wakil rakyat.
Sebabnya, niat DPR untuk membangun gedung baru dengan anggaran Rp570 miliar dan masuk pada APBN tahun 2016 banyak ditentang masyarakat, termasuk penolakan dari pemerintah yang mengeluarkan kebijakan moratorium untuk pembangunan gedung fisik.
Menurut Uchok, setelah kehadiran para cendekiawan ke DPR, para wakil rakyat di Senayan itu merasa mendapatkan 'amunisi' dan semangat baru untuk membangun Gedung baru.
"Tapi kali ini judul bukan lagi gedung baru, agar lebih intelektual diwacanakan DPR mau bangun perpustakaan termegah se-Asia agar mendapat dukungan dari publik," ujar Uchok melalui rilis yang diterima Sindonews, Jumat (25/3/2016).
Uchok mengatakan, rencana pembangunan Perpustakaan DPR mendapat dukungan Ketua DPR, Ade Komarudin. Menurutnya, sikap Ade dinilai tidak konsisten dengan sikap sebelumnya yang mendukung moratorium pembangunan gedung.
Dia khawatir, publik akan percaya dengan dalih DPR membangun Perpustakaan. Sehingga dengan mudah DPR akan berhasil membangun gedung-gedung baru nan megah.
"Tanpa mereka berpikir bahwa pembangunan dengan judul gedung perpustakaan hanya pemborosan duit yang tidak bisa dimaafkan oleh rakyat‬," ungkapnya.
Menurut Uchok, jika diperhatikan Gedung Perpustakaan yang dimiliki DPR sekarang dianggap sudah cukup bagus. Hanya saja, perpustakaan tersebut jarang dikunjungi sendiri oleh anggota Dewan. Uchok menduga, usulan perpustakaan ujung-ujungnya hanya dijadikan proyek saja.
"(Anggota DPR) pada malas ke perpustakaan karena perpustakaan itu gudang ilmu, bukan gudang duit sehingga anggota saja pada males berkunjung ke sana," pungkasnya.
Pilihan:
TNI AD Akan Keluarkan Aturan Larangan Prajurit Berselfie
Sebabnya, niat DPR untuk membangun gedung baru dengan anggaran Rp570 miliar dan masuk pada APBN tahun 2016 banyak ditentang masyarakat, termasuk penolakan dari pemerintah yang mengeluarkan kebijakan moratorium untuk pembangunan gedung fisik.
Menurut Uchok, setelah kehadiran para cendekiawan ke DPR, para wakil rakyat di Senayan itu merasa mendapatkan 'amunisi' dan semangat baru untuk membangun Gedung baru.
"Tapi kali ini judul bukan lagi gedung baru, agar lebih intelektual diwacanakan DPR mau bangun perpustakaan termegah se-Asia agar mendapat dukungan dari publik," ujar Uchok melalui rilis yang diterima Sindonews, Jumat (25/3/2016).
Uchok mengatakan, rencana pembangunan Perpustakaan DPR mendapat dukungan Ketua DPR, Ade Komarudin. Menurutnya, sikap Ade dinilai tidak konsisten dengan sikap sebelumnya yang mendukung moratorium pembangunan gedung.
Dia khawatir, publik akan percaya dengan dalih DPR membangun Perpustakaan. Sehingga dengan mudah DPR akan berhasil membangun gedung-gedung baru nan megah.
"Tanpa mereka berpikir bahwa pembangunan dengan judul gedung perpustakaan hanya pemborosan duit yang tidak bisa dimaafkan oleh rakyat‬," ungkapnya.
Menurut Uchok, jika diperhatikan Gedung Perpustakaan yang dimiliki DPR sekarang dianggap sudah cukup bagus. Hanya saja, perpustakaan tersebut jarang dikunjungi sendiri oleh anggota Dewan. Uchok menduga, usulan perpustakaan ujung-ujungnya hanya dijadikan proyek saja.
"(Anggota DPR) pada malas ke perpustakaan karena perpustakaan itu gudang ilmu, bukan gudang duit sehingga anggota saja pada males berkunjung ke sana," pungkasnya.
Pilihan:
TNI AD Akan Keluarkan Aturan Larangan Prajurit Berselfie
(maf)