Komnas HAM Dorong Obama Buka Dokumen Terkait Peristiwa 1965

Kamis, 17 Maret 2016 - 09:54 WIB
Komnas HAM Dorong Obama...
Komnas HAM Dorong Obama Buka Dokumen Terkait Peristiwa 1965
A A A
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong Presiden Amerika Serikat Barack Obama ‎bersedia membeberkan sejumlah dokumen yang terkait dengan kasus pelanggaran HAM berat tahun 1965. Dokumen yang dimiliki Amerika itu dianggap penting untuk mengungkap kebenaran atas peristiwa 1965.

Komisioner Komnas HAM Nurkhoiron mengaku telah menyambangi Departemen Luar Negeri Amerika pada pekan lalu. Selama lima hari di sana, dia menemui sejumlah pejabat Amerika.

"Kita mendorong kepada Obama untuk berkomitmen dengan Undang-undang di Amerika Serikat soal keterbukaan informasi," ujar Nurkhoiron saat berbincang dengan Sindonews melalui telepon, Rabu 16 Maret 2016.‎

Salah satu manfaat dokumen Amerika itu untuk membuktikan benar tidaknya kabar yang menyebut keterlibatan Central Intelligence Agency (CIA)‎ dalam kasus 1965.

‎"Kalau pemerintah Amerika Serikat berkomitmen dengan itu, itu akan menguntungkan kedua belah pihak, maupun Indonesia yang saat ini sedang proses membahas penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu‎, dokumen itu kan menambah informasi," katanya.

Di samping itu, dokumen yang dimiliki Amerika itu juga untuk menjawab misteri selama ini tentang kasus 1965. "Ada banyak teori yang mengatakan itu datangnya Soeharto, ada yang mengatakan PKI, ada juga Soekarno, itu kan misteri jadinya," tuturnya.

Nurkhoiron mengungkapkan, ‎langkah dirinya melayangkan surat resmi ke Obama melalui Departemen Luar Negeri Amerika itu atas permintaan para keluarga korban 1965. Selain Amerika, Komnas HAM juga berencana meminta sejumlah dokumen‎ berkaitan kasus 1965 kepada Jepang, Australia dan Inggris.

"Banyak yang menginginkan seluruh dokumen yang berkaitan 1965 dibuka, bukan hanya di Amerika, juga negara-negara yang langsung atau tidak langsung terlibat dalam perang pasca hubungan perang dingin, yang terkait dengan antikomunisme, Inggris, Jepang, Australia‎, kita ingin tahu apa yang terjadi dalam peristiwa 1965," tuturnya.

PILIHAN:

Jaksa Agung Siap Wakili Pemerintah Ladeni Gugatan PPP Djan Faridz

Jamaluddin Bela Cak Imin Soal Permintaan Uang Rp400 Juta
(kri)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas Korban...
Aksi Solidaritas Korban untuk Keadilan
Aksi Kamisan ke-766
Aksi Kamisan ke-766
Pemerintah Akui Adanya...
Pemerintah Akui Adanya Pelanggaran HAM Berat
Presiden Jokowi Sorot...
Presiden Jokowi Sorot dan Akui Pelanggaran HAM di Masa Lalu
Komnas HAM Sebut Polri...
Komnas HAM Sebut Polri Jadi Instansi Paling Sering Diadukan Soal Pelanggaran HAM
Aksi Kamisan ke-792,...
Aksi Kamisan ke-792, Desak Pemerintah Jamin Penegakan HAM
Berita Terkini
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Peristiwa Teknologi Paling Menonjol di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved