Pemerintah Diminta Perhatikan Kelompok Minoritas

Minggu, 13 Maret 2016 - 14:42 WIB
Pemerintah Diminta Perhatikan...
Pemerintah Diminta Perhatikan Kelompok Minoritas
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta untuk lebih memperhatikan kelompok minoritas dari berbagai aspek. Pasalnya sampai saat ini masih ada perlakuan diskriminatif terhadap kelompok minoritas.

Fajar Nursahid dari Nations Development Project (UNDP) mengungkapkan, sampai saat ini masih ada kelompok minoritas seperti penganut kepercayaan atau agama lokal yang tidak mendapat hak identitas sehingga terbatas akses pendidikan dan ekonominya.

Dia mencontohkan, penganut Ahmadiyah dan Syiah Sampang yang dipaksa keluar dari kampung halamannya, dan hingga saat ini masih tinggal di pengungsian.

Begitu juga kasus korban politik 1965, atau yang terbaru hiruk pikuk Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). "Banyaknya tempat-tempat ibadah yang ditutup karena dianggap aliran sesat di beberapa daerah, lalu banyaknya (kasus) hak asasi manusia yang dikesampingkan karena kaum mayoritas yang melihat hal tersebut tidak benar, " tutur Fajar dalam diskusi bertema Peran Media dalam Wacana Publik atas Diskriminasi dan Pelanggaran Hak-Hak Kelompok Minoritas, di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (13/3/2016).

Menurut dia, hingga kini pelanggaran HAM masih terjadi. Hal tersebut terlihat dari data Indonesia Democracy Index.

"Dalam data ini juga disebutkan ada kasus siswi yang tidak boleh mengikuti Ujian Nasional (UN) dikarenakan sedang hamil. Lalu ada juga kasus seorang penganut agama Konghucu yang tidak mencantumkan agamanya dalam KTP karena tidak ada tabel khusus untuk agama tersebut," tuturnya.

Dari berbagai kasus tersebut, Fajar menilai Indonesia masih mengalami persoalan di bidang HAM.


PILIHAN:

Ucapan Doa dan Duka Berbagai Kalangan untuk JS Badudu
(dam)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas Korban...
Aksi Solidaritas Korban untuk Keadilan
Aksi Kamisan ke-766
Aksi Kamisan ke-766
Pemerintah Akui Adanya...
Pemerintah Akui Adanya Pelanggaran HAM Berat
Presiden Jokowi Sorot...
Presiden Jokowi Sorot dan Akui Pelanggaran HAM di Masa Lalu
Komnas HAM Sebut Polri...
Komnas HAM Sebut Polri Jadi Instansi Paling Sering Diadukan Soal Pelanggaran HAM
Aksi Kamisan ke-792,...
Aksi Kamisan ke-792, Desak Pemerintah Jamin Penegakan HAM
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved