Istana Klaim Jokowi Beri Ruang Diskusi di Internal Kabinet
Kamis, 03 Maret 2016 - 21:10 WIB
Istana Klaim Jokowi Beri Ruang Diskusi di Internal Kabinet
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Presiden, Johan Budi SP mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengevaluasi para menterinya. Termasuk evaluasi diberikan kepada sejumlah Menteri yang melakukan aksi saling serang di ruang publik.
"Tapi evaluasi itu tidak pada satu titik dan tempat yang satu titik maksudnya. Tapi pasti presiden menerima banyak informasi dan laporan," kata Johan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (3/3/2016).
Menurut Johan, presiden tidak pro atau kontra terhadap pendapat salah satu menteri yang bersilang pendapat. Namun substansinya presiden tidak ingin silang pendapat disampaikan di ruang publik.
"Apalagi sudah mengarah pada pribadi-pribadi. Selain serang pribadi-pribadi, lebih kacaunya lagi sudah bawa suporter, menurut saya ya. Kalau Anda sepakat, marilah kita perbaiki bersama-sama," tuturnya.
Johan mengatakan, presiden secara jelas memberi ruang saluran bahwa silang pendapat hanya terjadi di internal kabinet. Hal itu bisa dilakukan saat rapat terbatas maupun rapat kabinet.
Sejauh pengetahuannya, kata Johan, dalam rapat terbatas dan rapat kabinet, presiden dinilai sangat akomodatif terhadap perbedaan pendapat para pembantunya.
Bahkan rapat-rapat tersebut terkesan hidup dan dinamis tanpa mengesampingkan data yang dimiliki masing-masing Menteri.
"Ini pandangan pribadi dan (perbedaan) itu diakomodir. Nah ketika ruang diskusi itu selesai di ruang itu, maka ketika keputusan ada di presiden, maka itulah yang harusnya tidak lagi diperdebatkan di luar, di ranah publik. Itu yang saya tangkap," pungkasnya.
"Tapi evaluasi itu tidak pada satu titik dan tempat yang satu titik maksudnya. Tapi pasti presiden menerima banyak informasi dan laporan," kata Johan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (3/3/2016).
Menurut Johan, presiden tidak pro atau kontra terhadap pendapat salah satu menteri yang bersilang pendapat. Namun substansinya presiden tidak ingin silang pendapat disampaikan di ruang publik.
"Apalagi sudah mengarah pada pribadi-pribadi. Selain serang pribadi-pribadi, lebih kacaunya lagi sudah bawa suporter, menurut saya ya. Kalau Anda sepakat, marilah kita perbaiki bersama-sama," tuturnya.
Johan mengatakan, presiden secara jelas memberi ruang saluran bahwa silang pendapat hanya terjadi di internal kabinet. Hal itu bisa dilakukan saat rapat terbatas maupun rapat kabinet.
Sejauh pengetahuannya, kata Johan, dalam rapat terbatas dan rapat kabinet, presiden dinilai sangat akomodatif terhadap perbedaan pendapat para pembantunya.
Bahkan rapat-rapat tersebut terkesan hidup dan dinamis tanpa mengesampingkan data yang dimiliki masing-masing Menteri.
"Ini pandangan pribadi dan (perbedaan) itu diakomodir. Nah ketika ruang diskusi itu selesai di ruang itu, maka ketika keputusan ada di presiden, maka itulah yang harusnya tidak lagi diperdebatkan di luar, di ranah publik. Itu yang saya tangkap," pungkasnya.
(maf)