MUI Tuding Pemerintah Lembek Hadapi Radikalisme

Rabu, 17 Februari 2016 - 05:06 WIB
MUI Tuding Pemerintah...
MUI Tuding Pemerintah Lembek Hadapi Radikalisme
A A A
TULUNGAGUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tulungagung menuding pemerintah terlalu lembek menyikapi indikasi munculnya gerakan radikal berkedok agama. MUI tidak melihat adanya sikap tegas menyusul maraknya spanduk bertuliskan “Kita ubah bentuk negara dengan khilafah”.

“Ada kesan pemerintah sengaja membiarkan," ujar Ketua MUI Tulungagung KH Hadi Mahfudz kepada wartawan di Tulungagung, Selasa (16/2/2016).

Dalam forum seminar sekaligus deklarasi antiradikalisme aliran keagamaan di Pendopo Kabupaten Tulungagung, MUI terang-terangan mempertanyakan ketegasan sikap pemerintah.

Spanduk bertema pengubahan negara menjadi khilafah adalah ancaman terhadap konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Agitasi dan propaganda yang berulangkali muncul di publik itu tidak bisa dibiarkan. Bagi Gus Hadi begitu biasa disapa, aparat penegak hukum sepatutnya menunjukkan sikap tegas.

Menurut dia, kampanye berwujud spanduk itu bisa dikategorikan sebagai pelanggaran. Lebih jauh bisa diterjemahkan sebagai upaya merongrong negara. Sebab dari propaganda itu akan memunculkan aksi teror yang belum lama terjadi di kawasan Jalan Thamrin Jakarta Pusat.

“Sebab hal itu bisa memicu munculnya gerakan radikalisme. Hanya saja terkait penindakan bukan domain MUI," tegas Gus Hadi.

Informasi yang dihimpun sejumlah organisasi keagamaan berhaluan radikal juga muncul di Tulungagung. Meski keberadaanya tidak diterima, para penganjur dan pengikutnya tetap bergerak leluasa.

Menanggapi hal itu Bupati Tulungagung Sahri Mulyo mengakui, adanya gerakan radikalisme di wilayahnya. Namun, gerakan yang mengancam keharmonisan berbangsa dan bernegara itu tidak terlalu signifikan. “Informasi dari intelijen memang ada. Namun tidak signifikan,“ ujarnya.

Sahri berdalih radikalisme masuk wilayah aparat penegak hukum. Namun, langkah pencegahan yang diambil aparat tidak lepas dari rekomendasi MUI.

“Kami juga mengimbau MUI untuk mengirim surat rekomendasi. Prinsipnya kita menyerahkan sepenuhnya ke MUI,“ pungkasnya.

PILIHAN:

HNW: Hubungan Taufik Ridho dan Sohibul Iman Baik-baik Saja

Eks Wali Kota Makassar Dituntut 8 Tahun Penjara
(kri)
Berita Terkait
6 Teror Bom di Indonesia...
6 Teror Bom di Indonesia Paling Menyita Perhatian Internasional
Belum Ada Motif Terorisme...
Belum Ada Motif Terorisme dalam Aksi Penyanderaan di Kelab Malam Belanda
Dua Aksi Teror dalam...
Dua Aksi Teror dalam Seminggu, Kosgoro 57: Ada Pergeseran Tren Pelaku
Dorong Pencegahan Terorisme,...
Dorong Pencegahan Terorisme, Alissa Wahid Ajak Berbagai Pihak Lebih Peka
NU Kutuk Keras Aksi...
NU Kutuk Keras Aksi Terorisme di Saat Jabar Dilanda Bencana Alam
Din Syamsuddin: Aksi...
Din Syamsuddin: Aksi Teror Bertentangan dengan Nilai Agama Mana Pun
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved