Komisi II Minta Pemerintah Kebut Draf Revisi UU Pilkada

Senin, 08 Februari 2016 - 06:05 WIB
Komisi II Minta Pemerintah...
Komisi II Minta Pemerintah Kebut Draf Revisi UU Pilkada
A A A
JAKARTA - Komisi II DPR meminta pemerintah untuk mengebut pengerjaan draf dan naskah akademik (NA) terhadap revisi Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Pasalnya, RUU itu harus segera selesai sebelum mulainya tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 pada April 2016 mendatang.

"Belum ada drafnya, kami masih menunggu. Mudah-mudahan segera setelah pelantikan Februari ini sudah masuk drafnya. Pemerintah janji minta percepatan berarti pemerintah akan mempercepat itu," kata Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria kepada SINDO di Jakarta, Minggu 7 Februari 2016.

Menurut Riza, sebelumnya pemerintah telah berkomitmen untuk segera menyelesaikan draf RUU Pilkada sehingga bisa segera dibahas di Komisi II DPR. Karena, targetnya pada bulan Maret 2016 RUU tersebut sudah bisa diselesaikan dan segera disahkan demi pelaksanaan pilkada Serentak gelombang kedua pada 2017 nanti.

"Rapat terakhir akan dibuat segera, tapi karena pemerintah masih sibuk pelantikan kami harapkan drafnya itu akan masuk segera," ujar ketua DPP Partai Gerindra itu.

Riza menjelaskan, karena terkendala oleh keterbatasan waktu maka, revisi UU Pilkada nantinya akan dilakukan secara terbatas dengan hanya merevisi sejumlah poin yang menjadi isu krusial pada pelaksanaan pilkada Serentak pertama pada Desember 2015 lalu.

Namun demikian, lanjut Riza, pihaknya mengarapkan dalam penyusunan draf RUU Pilkada itu pemerintah mengundang para pihak terkait yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Sehingga, mendapatkan masukan-masukan yang sesuai dengan temuan fakta di lapangan. Begitu juga di DPR, fraksi-fraksi juga akan memberikan usulan yang berbeda.

"Saya yakin pemerintah akan mengundang, sebaiknya mengundang KPU, Bawaslu dan DKPP soal apa saja masukannya," tandasnya.

PILIHAN:

Akomodir Pendukung, Jokowi Ingkari Janji Kampanye 2014

Fahri Hamzah: Mereka Kira Aku Akan Takut
(kri)
Berita Terkait
Perludem Sebut Kerangka...
Perludem Sebut Kerangka Hukum Pilkada 2024 Potensi Bermasalah
PKB Tolak Revisi UU...
PKB Tolak Revisi UU Pilkada karena Belum Dijalankan 100 Persen
Pernah Ngotot Gelar...
Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Demonstrasi Tolak Revisi...
Demonstrasi Tolak Revisi UU Pilkada di Malang Ricuh, 2 Polisi dan 3 Jurnalis Terluka
DPR Bakal Sahkan Revisi...
DPR Bakal Sahkan Revisi UU Pilkada Jadi UU Hari Ini
Aksi Ratusan Mahasiswa...
Aksi Ratusan Mahasiswa Tolak Revisi UU Pilkada di Palembang
Berita Terkini
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved